Dialog Publik Komisi III DPRD Jabar di Indramayu Bahas PAD, BIJB Kertajati, hingga DOB Indramayu Barat
Buletin News.id
INDRAMAYU || Suasana hangat mengisi ruang pertemuan di Rumah Makan Sego Sambel, Kamis (27/11/2025), ketika Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, M.KKK., menggelar dialog bersama media, masyarakat, dan mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir). Pertemuan yang berlangsung terbuka itu menjadi ruang bertukar pandangan mengenai arah pembangunan Jawa Barat, khususnya wilayah Indramayu dan sekitarnya.
Sejumlah tokoh hadir memberi warna diskusi, di antaranya Anggota DPRD Indramayu Fraksi Demokrat Diyanto, Lurah Lemahmekar Umar Dani, tokoh masyarakat Drs. Sunardi, S.H., M.Si., para mahasiswa Unwir, serta masyarakat setempat.

Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat, Ratnawati memaparkan perkembangan isu-isu strategis yang saat ini menjadi perhatian Komisi III. Salah satunya menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat yang pada tahun ini mencapai sekitar Rp31 triliun. Ia menjelaskan bahwa Komisi III mendorong peningkatan pendapatan yang sebelumnya ditargetkan Rp29 triliun.
“Komisi III berusaha menaikkan dari awal Rp29 triliun, dan kita bisa meningkatkan pendapatan daerah yang diproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun,” ungkapnya.
Ratnawati juga menyoroti ketimpangan bantuan pemerintah pusat kepada daerah. Menurutnya, porsi bantuan untuk kabupaten/kota di Jawa Timur jauh lebih besar dibanding Jawa Barat sehingga mendorong perlunya penambahan jumlah daerah administratif.
“Jawa Timur dapat lebih banyak. Kita ngotot harus ada tambahan 10 kabupaten/kota lagi agar pembangunan lebih merata,” tegasnya.
Isu lain yang turut menjadi sorotan adalah perkembangan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati serta proses pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Indramayu Barat (Inbar). Ratnawati menilai aspirasi masyarakat menjadi elemen penting dalam memastikan kebijakan yang disusun di tingkat provinsi benar-benar menjawab kebutuhan daerah.
“Masukan masyarakat dan para tokoh akan menjadi bahan penting bagi kami dalam merumuskan arah kebijakan ke depan,” ujarnya.
Dialog tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme masyarakat dan mahasiswa menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap pembangunan Jawa Barat dan masa depan Indramayu, khususnya terkait pemerataan wilayah dan efektivitas kebijakan.
(Kosim)





