Kerja Bakti Lintas Kabupaten, Jawaban Elegan Warga Cirahong Atas Polemik “Pungli”
Buletin News.id
CIAMIS-TASIKMALAYA || Riuh rendah suara gesekan sapu lidi dan deru semangat warga memecah kesunyian Jembatan Cirahong pagi ini. Bukan soal kemacetan, melainkan sebuah aksi nyata bertajuk Kerja Bakti Massal yang diinisiasi oleh empat kepala desa dari dua kabupaten yang berbatasan langsung di area ikonik tersebut.
Langkah ini menjadi momentum penting sekaligus jawaban telak atas berbagai tudingan miring yang sempat menyudutkan masyarakat dan pemerintah desa setempat pasca kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Sinergi Empat Desa Lintas Batas
Aksi berbenah ini dipimpin langsung oleh para pemangku kebijakan setempat yang wilayahnya mencakup tepian Jembatan Cirahong. Dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya, hadir H. Unung Sujani (Kades Cilangkap) dan Dian Cahyadinata (Kades Margaluyu). Sementara dari wilayah Kabupaten Ciamis, tampak H. Soleh (Kades Panyingkiran) serta Ahmad Kartoyo (Kades Pawindan).
Kehadiran keempat tokoh desa ini menunjukkan bahwa seluruh warga Cirahong bukan hanya menyambut baik keinginan Gubernur untuk mempercantik situs bersejarah tersebut, namun memang sudah lama memendam harapan agar jembatan ini dirawat bersama oleh semua pihak.
Menepis Narasi “Off-Side” dengan Aksi
Meskipun mendukung perubahan, tidak bisa dipungkiri sempat mencuat perbedaan pendapat yang diakibatkan oleh kehadiran Gubernur yang tiba-tiba tanpa koordinasi matang dengan pihak desa. Ujaran keras mengenai “pidana pungli” dirasakan sebagai tindakan “off-side” yang melukai perasaan warga dan relawan.
Para petugas jaga yang selama ini menjadi relawan secara swadaya menyatakan keikhlasan mereka kehilangan “profesi” yang sudah dijalani puluhan tahun sebelum negara hadir secara intensif. Harapan mereka satu: tetap dilibatkan dalam pengelolaan di masa depan tanpa harus bersinggungan dengan masalah hukum atau regulasi yang berlaku.
Tabayun dan Klarifikasi untuk Warganet
Kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk penterjemahan dari keinginan tabayun warga yang selama ini seolah tersumbat oleh tuduhan-tuduhan miring di media sosial. Para kepala desa, mulai dari H. Unung, Dian, H. Soleh, hingga Ahmad Kartoyo, menegaskan bahwa tudingan netizen soal “jatah pungli” kepada Pemdes adalah fitnah yang tidak berdasar.
“Kami di sini bukan membela pungli, kami membela hak keamanan warga kami. Kerja bakti ini adalah bukti nyata bahwa kami ingin Cirahong berbenah dengan cara yang baik dan terkoordinasi,” ungkap salah satu perwakilan desa di lokasi.

Kerja bakti ini adalah simbol perdamaian. Cirahong bukan milik satu golongan atau pejabat tertentu, melainkan milik rakyat yang harus dijaga melalui harmoni koordinasi, bukan intimidasi narasi. Saatnya semua pihak, termasuk warganet, untuk mendinginkan kepala dan melihat fakta bahwa warga Cirahong siap bertransformasi demi kemajuan bersama.
#TabloidBuletinNews #CirahongBerbenah #TabayunCirahong #GotongRoyong #InfoJabar #DediMulyadi #Ciamis #Tasikmalaya #StopFitnahNetizen #KearifanLokal
(Ki PR)





