Pemkab Ciamis Dorong Ormas Jadi Mitra Strategis Pembangunan, 136 Organisasi Belum Perbarui Data

Pemkab Ciamis Dorong Ormas Jadi Mitra Strategis Pembangunan, 136 Organisasi Belum Perbarui Data

Buletin News.id

CIAMIS ||  Pemerintah Kabupaten Ciamis mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak hanya menjadi wadah aktivitas sosial, tetapi turut mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan saresehan dan dialog interaktif bertajuk “Peran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dalam Mendukung Pembangunan Daerah di Kabupaten Ciamis” yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang diikuti perwakilan organisasi kemasyarakatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi.

Dalam sambutannya, Andang menegaskan bahwa pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.

“Pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi pembangunan daerah merupakan tanggung jawab kita semua,” tegas Andang.

Ia mengatakan, keberadaan ormas memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan ormas perlu dibangun secara terbuka agar berbagai persoalan di masyarakat dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

Andang juga mengapresiasi kehadiran para pimpinan dan perwakilan ormas dalam forum tersebut. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai forum formal, tetapi dapat dikembangkan menjadi ruang komunikasi yang lebih cair dan produktif.

Bahkan, ia mengusulkan agar kegiatan mendatang dikemas dengan konsep yang lebih terbuka dan melibatkan potensi masing-masing organisasi.

“Ke depan kita rubah sistemnya di tempat terbuka sambil camping, masing-masing membawa kesenian. Sambil ngopi kita bicarakan pembangunan Ciamis,” ujar Andang.

Menurutnya, konsep tersebut dapat membuat komunikasi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan semakin cair. Di sisi lain, forum semacam itu juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai potensi sosial dan budaya yang dimiliki Kabupaten Ciamis.

“Jadi akan lebih hidup dan akan lebih mengenal Ciamis,” katanya.

454 Ormas Tercatat, 368 Diklaim Aktif

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kesbangpol terdapat 454 organisasi kemasyarakatan yang tercatat di Kabupaten Ciamis.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 368 ormas tercatat aktif dalam data Kesbangpol. Namun, pembaruan data masih terus dilakukan karena terdapat organisasi yang belum menyampaikan laporan aktivitas secara berkala.

Yadi menyebutkan, sekitar 136 organisasi kemasyarakatan belum memperbarui laporan aktivitasnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan komunikasi dengan ormas juga perlu dibarengi dengan pembenahan administrasi dan pemutakhiran data organisasi. Dengan data yang lebih akurat, pemerintah diharapkan dapat memetakan keberadaan serta aktivitas organisasi kemasyarakatan secara lebih jelas.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 organisasi kemasyarakatan diundang untuk mengikuti saresehan dan dialog interaktif.

Menurut Yadi, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan organisasi kemasyarakatan semakin berdaya dan mandiri serta mampu menjadi wadah dalam menyerap aspirasi masyarakat,” kata Yadi.

Ormas Didorong Ikut Menyelesaikan Persoalan Masyarakat

Yadi menjelaskan, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Karena memiliki jaringan hingga ke masyarakat, ormas dinilai dapat menjadi salah satu kanal dalam menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

Karena itu, peserta juga didorong memiliki kesadaran kritis terhadap berbagai proses pembangunan di Kabupaten Ciamis. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya dipahami sebagai program pemerintah, tetapi menjadi proses bersama yang membutuhkan partisipasi masyarakat.

Dalam saresehan tersebut, peserta memperoleh materi dari narasumber dari Polres Ciamis serta kalangan akademisi Darussalam.

Pemkab Ciamis berharap forum tersebut dapat memperkuat posisi organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah. Tidak hanya dalam menjaga persatuan dan menyerap aspirasi, tetapi juga dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dengan jumlah ratusan organisasi yang tercatat, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan keberadaan ormas, tetapi bagaimana potensi besar tersebut benar-benar terhubung dengan agenda pembangunan Kabupaten Ciamis.

(Iday)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *