Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Tampung Masukan Pemilih Muda dan Tokoh Masyarakat di Margaluyu
Buletin News.id
TASIKMALAYA || Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat peran partisipatif masyarakat melalui kegiatan silaturahmi dan penyerapan aspirasi yang digelar di sekolah SMAN dan Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Rabu (8/4/2026), dalam suasana pasca Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini menghadirkan pelajar sekolah menengah atas (SMA) sebagai pemilih pemula serta tokoh masyarakat setempat dalam sebuah dialog terbuka di Kantor Desa Margaluyu. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyampaikan masukan demi perbaikan kualitas pengawasan pemilu ke depan.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Komisioner Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya Dodi Juanda, Ahmad Azis Firdaus dan Syarif Ali serta didampingi oleh staf Bawaslu, tokoh masyarakat, Sandi, Ujang, Jenal dan Kepemudaan.
Dalam pemaparannya, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat sebagai bagian dari investasi sosial jangka panjang dalam menciptakan pemimpin yang berkualitas.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai pemilih pemula. Kami ingin memastikan pengawasan pemilu ke depan semakin partisipatif dan berkualitas,” ujarnya.
Para pelajar yang hadir menyampaikan sejumlah masukan penting. Mereka menyoroti perlunya penguatan pendidikan politik sejak dini agar pemilih muda lebih memahami hak dan kewajibannya. Selain itu, transparansi dalam setiap tahapan pemilu dinilai harus terus ditingkatkan, termasuk pemanfaatan media sosial secara bijak untuk menangkal hoaks dan disinformasi.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Desa Margaluyu, Dian Cahyadi, SH menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam setiap tahapan pemilu, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.
“Ketika mekanisme ditempuh dari awal dengan baik, maka hasil akhirnya pun akan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi kependudukan sebagai bagian dari mendukung akurasi data pemilih. Menurutnya, masyarakat harus proaktif melaporkan setiap perubahan data seperti perpindahan domisili maupun peristiwa kematian agar segera diproses oleh pemerintah.
“Administrasi yang tertib akan sangat berpengaruh pada validitas data pemilih. Misalnya, jika ada warga meninggal dunia, harus segera diurus hingga mendapatkan akta kematian resmi dari dinas terkait,” tambahnya.
Masukan dari berbagai pihak tersebut menjadi catatan penting bagi Bawaslu dalam merumuskan strategi pengawasan pemilu yang lebih efektif dan inklusif. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Tasikmalaya.
(Asjen)





