Diduga Berkedok Koperasi, KSP-SB Tasikmalaya Telan Banyak Korban Investasi Deposito

Diduga Berkedok Koperasi, KSP-SB Tasikmalaya Telan Banyak Korban Investasi Deposito

TASIKMALAYA  || Kasus dugaan penipuan yang mengatasnamakan Koperasi Simpan Pinjam “Sejahtera Bersama” (KSP-SB) beralamat di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya, kini menjadi sorotan publik. Koperasi tersebut diduga telah menelan banyak korban setelah menjanjikan keuntungan menggiurkan sebesar 12 persen per tahun melalui program tabungan deposito.

Dalam menjalankan aksinya, pihak koperasi menawarkan iming-iming keuntungan tetap kepada para nasabah yang menginvestasikan dananya. Tawaran tersebut disebut-sebut sebagai “angin surga” yang membuat sejumlah warga tergiur untuk menanamkan modal, dengan harapan memperoleh tambahan penghasilan dari bunga deposito yang dijanjikan.

Aktivis peduli masyarakat, , mengaku prihatin atas maraknya kasus penipuan berkedok koperasi di wilayah Tasikmalaya. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) serta pejabat terkait agar segera turun tangan melakukan tindakan konkret.

“Kami berharap aparat penegak hukum maupun instansi yang berkompeten tidak tinggal diam. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut dan semakin banyak masyarakat menjadi korban,” ujarnya.

Salah seorang korban, (57), seorang pengusaha tambal ban warga Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, mengaku telah menyetorkan dana hingga ratusan juta rupiah. Awalnya, dana tersebut rencananya digunakan untuk mengembangkan usahanya. Namun, harapan itu pupus setelah dana yang diinvestasikan tak kunjung kembali.

Menurut Didin, setiap kali ia mencoba menagih pencairan dana ke kantor koperasi, pihak pengelola selalu mengulur waktu dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah lima tahun, berikut jasa 12 persen dari pokok simpanan.

“Sekarang sudah masuk tahun keenam. Jangankan jasa 12 persen, pokoknya saja belum saya terima. Padahal dana yang saya setorkan sudah ratusan juta rupiah,” ungkapnya kecewa.

Ironisnya, saat hendak melakukan konfirmasi lebih lanjut, kantor koperasi tersebut sudah tidak lagi beroperasi. Aktivitas di lokasi terpantau kosong dan kantor dalam keadaan tutup.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penipuan bermodus investasi dan koperasi di Tasikmalaya. Masyarakat pun diimbau agar lebih berhati-hati dalam menanamkan dana, terutama terhadap lembaga yang menjanjikan keuntungan tetap dalam jumlah besar tanpa kejelasan sistem dan pengawasan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola KSP-SB. Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.

(Man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *