Gubernur Jabar Tinjau Langsung Pengungsi Longsor Pasirmunjul, Siapkan Relokasi dan Bantuan Tunai
BuletinNews.id
Purwakarta – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung meninjau lokasi pengungsian korban bencana pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan menyeluruh.
Bencana pergerakan tanah yang terjadi hampir sepekan sebelumnya melanda dua kampung di desa tersebut, yakni Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada ratusan bangunan dan memaksa sebanyak 81 kepala keluarga (KK) atau 249 jiwa, termasuk anak-anak dan balita, mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dalam kunjungannya, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan langkah relokasi permanen bagi seluruh warga terdampak. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 1,5 hektare yang akan digunakan sebagai permukiman baru.
“Hari ini kami putuskan, seluruh warga Pasirmunjul yang mengungsi akan direlokasi. Kampungnya sudah disiapkan. Sambil menunggu rumah dibangun, kami bantu biaya kontrakan dan kebutuhan hidup mereka,” ujar KDM saat berdialog dengan warga pengungsi. Rabu (18/06).
Sebagai bentuk tanggung jawab atas masa transisi relokasi, Pemerintah Provinsi akan menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya sewa rumah kontrakan dan pemenuhan kebutuhan pokok harian warga selama proses pembangunan permukiman baru berlangsung.
Saat ini, para pengungsi masih bertahan di GOR Desa Pasirmunjul dengan fasilitas darurat. Mereka tidur beralaskan matras dan kasur bantuan, serta membawa barang-barang yang berhasil diselamatkan dari rumah mereka yang hancur.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyatakan bahwa kawasan terdampak bencana telah berstatus tanggap darurat. Ia menegaskan pentingnya proses relokasi dilakukan ke area yang benar-benar aman dari potensi bencana serupa.
“Kita ingin relokasi ini ke tempat yang benar-benar aman. Jangan sampai dipindahkan ke tempat yang juga rawan pergerakan tanah,” tegas Saepul Bahri, yang akrab disapa Om Zein.
Ia menambahkan, status tanggap darurat diberlakukan karena aktivitas warga terganggu secara signifikan, termasuk kegiatan belajar-mengajar yang lumpuh total. “Ini bukan situasi biasa. Karena itu, kita bergerak maraton, semua pihak, dari pemda, BNPB, hingga PVMBG, terus bekerja,” tambahnya.
Dengan kondisi tanah yang masih labil dan potensi bencana susulan, Om Zein mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak panik. Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus memberikan perlindungan serta memenuhi kebutuhan dasar warga hingga proses relokasi rampung.
Langkah cepat dan terukur dari pemerintah ini diharapkan dapat mengurangi beban para korban serta membangun kembali kehidupan mereka di lingkungan yang lebih aman dan layak.
(Dd, T/St)





