Minimnya Penerangan Jalan Umum, Warga Kota Tasikmalaya Keluhkan Kondisi Jalan Gelap

Oplus_131072

Minimnya Penerangan Jalan Umum, Warga Kota Tasikmalaya Keluhkan Kondisi Jalan Gelap

Buletin News id

Tasikmalaya |  Sejumlah warga pengguna jalan di Kota Tasikmalaya mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di berbagai titik. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, banyak lampu jalan yang rusak dan dibiarkan tanpa adanya perbaikan, sehingga suasana jalan pada malam hari menjadi gelap.

Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para pengguna jalan. Bahkan, sebagian warga mengaku khawatir saat melintas pada malam hari karena rawan terjadinya tindak kejahatan di area yang minim pencahayaan.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Yusep Suteddy, ST, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat terkait lampu jalan yang padam. Berdasarkan hasil survei petugas di lapangan, jumlah PJU yang tidak berfungsi mencapai lebih dari 1.000 titik.

“Setiap tahun memang ada program pemeliharaan dan penggantian. Untuk kerusakan ringan seperti kabel putus atau sambungan yang lepas, bisa langsung ditangani. Namun, sebagian besar kerusakan disebabkan oleh komponen yang sudah lama, sehingga harus diganti secara keseluruhan, termasuk beralih dari lampu konvensional ke lampu LED,” jelasnya.

Yusep menambahkan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam percepatan perbaikan. Dalam satu tahun, pihaknya hanya mampu melakukan penggantian sekitar 250 hingga 300 titik lampu jalan. Program tersebut masuk dalam kategori pemeliharaan untuk lampu yang telah lama rusak, sementara untuk penambahan titik baru belum dapat direalisasikan.

Sementara itu, untuk jalan provinsi di wilayah Kota Tasikmalaya, sebagian telah dilakukan penggantian ke lampu LED, di antaranya di Jalan Letnan Harun dan Jalan Cibeureum. Pada tahun anggaran berjalan, rencananya penggantian akan dilanjutkan di ruas Jalan A.H. Nasution hingga Jalan Swaka Mashudi dengan target sekitar 50 persen.

“Insya Allah pertengahan tahun program tersebut mulai berjalan. Kami juga terus berupaya mengajukan bantuan keuangan ke pemerintah provinsi, termasuk dukungan teknis, agar seluruh PJU yang rusak dapat segera tertangani,” pungkasnya.

(Ma2n)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *