“Tukar Nasib” di Hari Jadi Purwakarta: Para Pejabat Menjadi Petugas Kebersihan, Wujud Penghargaan Tulus pada Pahlawan Kebersihan

“Tukar Nasib” di Hari Jadi Purwakarta: Para Pejabat Menjadi Petugas Kebersihan, Wujud Penghargaan Tulus pada Pahlawan Kebersihan

Purwakarta– Sebuah momen yang penuh makna terjadi pada Jumat malam, 18 Juli 2025, di Pendopo Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-194 Kota Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta, jajaran pejabat Pemkab menggelar kegiatan tak biasa namun sarat pesan moral: “tukar nasib” antara pejabat dengan petugas kebersihan.

Dipimpin langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, kegiatan ini memperlihatkan para pejabat, mulai dari eselon II, III, hingga Sekretaris Daerah dan Bupati sendiri, melepas atribut jabatannya dan turun langsung membersihkan lingkungan kantor dengan seragam petugas kebersihan. Sementara itu, para petugas kebersihan mendapat kehormatan istimewa: dijamu dengan makan malam yang layak, menikmati hiburan pertunjukan air mancur, serta mendapatkan bonus jajan bersama.

“Tanpa mereka, Purwakarta akan kumuh dan kotor. Pekerjaan mereka sering tidak terlihat, tapi sangat vital,” tegas Om Zein saat memberikan sambutan.

Sebanyak 520 petugas kebersihan terlibat dalam acara yang dikemas dengan suasana hangat dan penuh keakraban ini. Selain menjadi simbol penghargaan, kegiatan “tukar nasib” juga bertujuan sebagai bentuk refleksi diri bagi para pejabat, agar lebih peduli terhadap lingkungan serta menghargai profesi yang sering terabaikan.

Om Zein sendiri mengenakan seragam oranye khas petugas kebersihan, lengkap dengan topi dan sarung tangan, sementara para pejabat lainnya tampak mengenakan seragam formal yang biasa dikenakan oleh para petugas kebersihan. Aksi bersih-bersih dilakukan di kawasan Pendopo dan sekitarnya, termasuk area publik yang menjadi titik keramaian masyarakat.

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini juga membawa pesan kuat mengenai pentingnya inklusivitas dan penghargaan atas profesi apa pun. Om Zein menyebut bahwa inisiatif ini terinspirasi dari program serupa yang dulu pernah dilaksanakan oleh Kang Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta yang dikenal luas akan kepeduliannya terhadap petugas lapangan.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya memberi penghargaan, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan rasa hormat antar profesi. Tahun depan, ini akan jadi agenda tahunan,” ujar Om Zein.

Lokasi kegiatan pun dipilih berdasarkan keinginan para petugas kebersihan sendiri. Tahun ini, mereka meminta agar acara diadakan di dekat area pertunjukan air mancur, sebagai bentuk relaksasi sekaligus rekreasi sederhana setelah rutinitas kerja yang berat.

Langkah Pemkab Purwakarta ini menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan. Tidak sedikit warga yang menyaksikan langsung momen langka tersebut dan merasa bangga memiliki pemimpin yang tidak segan menunjukkan empati dan kepedulian yang nyata.

Dengan menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan, Pemkab Purwakarta mengukuhkan komitmennya untuk terus merawat semangat kebersamaan dan saling menghargai antar seluruh elemen masyarakat.

Purwakarta bukan hanya indah karena kotanya, tapi juga karena warganya yang saling menghormati dan peduli.

(ST/DN/DR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *