Kegiatan mengaji, bermusik, dan mengabdi Akan menjadi rangkaian acara peluncuran buku terbaru karya Ang Icep Di Joglosono Darussalam Ciamis
Buletin News.id
Ciamis, || Dunia literasi Kabupaten Ciamis bersiap menyambut perhelatan istimewa bertajuk “Mengaji, Bermusik, dan Mengabdi”. Acara ini menjadi momentum penting peluncuran dua karya sastra terbaru dari tokoh multitalenta Tatar Galuh, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ag., M.B.A., CWC, yang akrab disapa Ang Icep.
Perpaduan Spiritualitas dan Kreativitas
Mengusung tema utama “Mengaji, Bermusik, dan Mengabdi”, perhelatan ini merepresentasikan perjalanan intelektual, spiritual, sekaligus estetika seni seorang Ang Icep. Acara dirancang sebagai ruang temu hangat bagi para penikmat sastra, budayawan, komunitas musik, akademisi, hingga kalangan santri untuk merayakan karya yang lahir dari perpaduan tiga elemen tersebut.
Adapun dua karya monumental yang resmi diluncurkan dalam kesempatan ini meliputi:
Antologi Puisi Badai
Kumpulan karya sastra yang merekam jejak pemikiran, kontemplasi, kegelisahan, serta refleksi mendalam penulis terhadap dinamika kehidupan, nilai-nilai spiritualitas, dan persoalan sosial kemasyarakatan.
Buku Santri Abadi
Sebuah narasi inspiratif mengenai esensi pengabdian yang dikemas dengan nilai-nilai kepesantrenan klasik, namun tetap kontekstual dan relevan di tengah arus modernitas serta tantangan zaman.
Momentum Kebersamaan dalam Suasana Reflektif
Dipilihnya Joglosono Darussalam sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Tempat ini dinilai sangat representatif untuk menghadirkan atmosfer yang hangat, akrab, dan sarat nilai reflektif, selaras dengan napas dari karya-karya yang dihadirkan ke hadapan publik.
Kehadiran Antologi Puisi Badai dan Santri Abadi di kancah literasi nasional maupun lokal diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah pustaka, tetapi juga menjadi motivasi serta inspirasi nyata bagi generasi muda untuk terus berkarya. Melalui semangat tri tunggal literasi ini, generasi bangsa diajak untuk senantiasa memegang teguh nilai agama (mengaji), mengekspresikan diri secara positif lewat seni dan budaya (bermusik), serta mendedikasikan diri untuk memberi kontribusi bagi kemaslahatan masyarakat (mengabdi).
( Yana K)





