Ero Suhara, Teladan Pengabdian Tak Berbatas bagi Desa Purwaraja
BuletinNews.id
Ciamis, Rajadesa — Sosok Ero Suhara, pria paruh baya yang merupakan mantan Kepala Dusun Cihanjuang, Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis, layak dijadikan panutan dan suri teladan di tengah masyarakat. Meskipun sudah purnabakti dari jabatannya, semangat pengabdiannya tak pernah surut. Ia tetap hadir, aktif, dan menginspirasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Sebagai tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat, Ero Suhara tidak pernah ragu untuk terjun langsung dalam kegiatan sosial. Baik dalam gotong royong, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas kepemudaan, Ero selalu tampil di barisan depan. Tak peduli besar atau kecilnya pekerjaan, ia rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi demi kemajuan lingkungan tempat tinggalnya.

Tokoh pemuda Desa Purwaraja, Dedi Tato, mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Ero Suhara. “Walaupun beliau sudah tidak menjabat, tapi perannya tidak pernah hilang. Justru semakin aktif dan menunjukkan semangat yang luar biasa,” tutur Dedi, Rajadesa Senin (21/07/2025).
Dedi yang pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Desa Purwaraja mengaku, selama bertahun-tahun bekerja bersama Ero Suhara, dirinya merasa masih banyak belajar dari dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan mantan kepala dusun tersebut. Ia bahkan berharap semangat dan nilai-nilai yang dimiliki Ero Suhara bisa diwariskan dan diaplikasikan oleh anaknya yang kini menjabat sebagai Kepala Dusun Cihanjuang.
Warga desa pun merasa bersyukur karena Ero Suhara tetap hadir dalam berbagai aktivitas, seakan pengabdiannya tidak pernah usai. Tidak hanya memberikan arahan, ia pun turun langsung bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan fisik dan sosial. Sifat loyalitas dan tanggung jawabnya yang tinggi membuatnya sangat dihormati dan menjadi tokoh sentral dalam komunitas.
“Pak Ero itu bukan tipe orang yang cuma menyuruh, tapi dia ikut kerja. Kalau ada kegiatan di lingkungan, dia yang pertama datang dan terakhir pulang,” ujar salah satu warga setempat.
Kisah Ero Suhara adalah gambaran nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu terikat jabatan. Jiwa kepemimpinan dan semangat gotong royong bisa terus hidup, bahkan setelah masa tugas resmi berakhir. Sosoknya menjadi bukti bahwa membangun desa tidak harus dari belakang meja, tapi dari ketulusan hati dan kesediaan untuk terus hadir bersama rakyat.
(Lili/TN)





