Tasikmalaya Milangkala ke-393: Warisan Budaya dan Semangat Warga Menyatu dalam Pawai Jampana
BuletinNews.id
Tasikmalaya, Singaparna — Kabupaten Tasikmalaya genap berusia 393 tahun. Sebuah momen istimewa yang dirayakan dengan penuh khidmat dan semarak oleh masyarakat serta pemerintah daerah. Di depan Kantor Bupati Tasikmalaya, berbagai sajian budaya menghiasi perayaan Milangkala ini, memancarkan kekayaan tradisi serta semangat kebersamaan warga Tasikmalaya.
Salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya adalah pawai jampana, yang kembali menjadi magnet perhatian. Iring-iringan jampana dari seluruh kecamatan melintasi panggung utama yang diisi oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi. Tahun ini terasa sangat spesial karena kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—akrab disapa Kang Dedi atau Bapak Aing—yang disambut meriah oleh ribuan warga yang memadati lokasi.
Suasana makin meriah dengan keikutsertaan iringan jampana dari Kecamatan Manonjaya. Dalam barisan tersebut tampak Camat Manonjaya, Kapolsek, Danramil, hingga para kepala desa yang bergabung dalam barisan penuh kekompakan. Mereka tampil gagah dalam balutan pakaian adat, menyimbolkan sinergi antara unsur pemerintah dan masyarakat di tingkat kecamatan.

Yang tak kalah mencuri perhatian adalah penampilan Kepala Desa Margaluyu, yang datang mengenakan kostum khas tokoh legendaris Wiro Sableng, Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Penampilan unik ini menambah nuansa hiburan tersendiri dalam perayaan yang sarat makna budaya.
Selain pawai jampana, daya tarik lain dalam Milangkala tahun ini adalah partisipasi para ibu-ibu PKK dari Manonjaya yang tampil anggun mengenakan kebaya lengkap dengan payung gelis, menambah sentuhan estetika dalam setiap langkah mereka di tengah arak-arakan.

Salah satu warga, Dede (45), mengungkapkan rasa bangganya terhadap perayaan tahun ini. “Milangkala kali ini sangat meriah. Ini tahun pertama Pak Bupati, Pak Wakil, dan Pak Gubernur hadir bersama. Sambutan masyarakat luar biasa sampai histeris melihat Pak KDM,” ujarnya dengan antusias.
Sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan, unsur Muspika Manonjaya mempersembahkan golok khas Galonggong kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Gubernur Jawa Barat. Golok ini merupakan simbol kearifan lokal dan keberanian, sekaligus menjadi ikon kebanggaan Tasikmalaya, khususnya daerah Manonjaya.
Milangkala ke-393 ini bukan sekadar peringatan ulang tahun daerah. Ia menjadi panggung kebersamaan, bukti kuatnya identitas budaya, serta momentum refleksi dan semangat baru dalam membangun Tasikmalaya yang bermartabat, berbudaya, dan berdaya saing.
(Asjen)





