Diduga Abaikan Spesifikasi Teknis, Revitalisasi SDN 1 Kawali Disorot Publik
BuletinNews.id
CIAMIS || Proyek revitalisasi ruang kelas di SDN 1 Kawali, Kabupaten Ciamis, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa pelaksanaannya tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah ruang kelas yang direhabilitasi hanya mengalami pergantian kusen tanpa dilakukan pembongkaran atap secara menyeluruh. Padahal, menurut keterangan beberapa pihak, kondisi konstruksi atap lama dikhawatirkan sudah tidak lagi kuat menopang beban bangunan.
Kondisi lain yang menimbulkan pertanyaan adalah penggunaan genting lama di bagian depan dan belakang bangunan yang tampak berbeda. Sementara itu, genting baru yang semula berada di lokasi proyek justru dilaporkan diangkut kembali. Bahkan, pada salah satu ruang kelas terlihat rangka plafon yang tidak dibongkar, dan sebagian rangka kayu yang digunakan berasal dari bahan bekas.
Menanggapi hal tersebut, Yayat Hudayat, Kepala Sekolah SDN 1 Kawali, ketika dimintai keterangan oleh awak media, membenarkan bahwa memang ada beberapa bagian atap yang tidak diturunkan. Ia beralasan bahwa kondisinya masih dianggap kuat, serta menyebut langkah tersebut sudah diketahui dan disetujui oleh konsultan teknis.
“Beberapa ruangan memang tidak dibongkar atapnya karena masih kuat. Konsultan juga mengetahui dan menyatakan sesuai dengan spek,” ujar Yayat Hudayat.
Namun ketika awak media mencoba meminta salinan gambar rencana bangunan (shop drawing) untuk memastikan kesesuaian dengan RAB dan spesifikasi teknis, kepala sekolah enggan menunjukkannya. Ia beralasan bahwa seluruh kegiatan proyek selalu dilaporkan dan diunggah setiap hari, serta menegaskan bahwa tidak ada masalah dalam pelaksanaannya.
“Kami setiap hari melaporkan kegiatan pembangunan, semua sudah sesuai dan tidak ada masalah,” tambahnya.
Meski demikian, kejanggalan yang ditemukan di lapangan membuat sejumlah pihak menilai perlu dilakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Pasalnya, bangunan sekolah merupakan fasilitas publik yang digunakan oleh peserta didik setiap hari, sehingga keamanan dan kualitas konstruksi harus menjadi prioritas utama.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan konsultan pengawas belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyimpangan teknis tersebut. Publik pun berharap instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, dapat turun langsung untuk melakukan pengecekan agar proyek revitalisasi SDN 1 Kawali benar-benar memenuhi standar mutu dan keselamatan bangunan.
(Yu/Li)





