Anggaran Dana Desa Diduga Disalahgunakan, Sampah Warga Desa Tawang Sari Tak Diangkut Hingga Dua Bulan
Buletin News.id
Indramayu, Jawa Barat — Ratusan ibu rumah tangga di Desa Tawang Sari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, menyoroti kinerja Kuwu Desa Tawang Sari, Castana. Pasalnya, tumpukan sampah rumah tangga yang berada di bak penampungan sampah Blok Pertamina dibiarkan menumpuk hingga berbulan-bulan tanpa pengangkutan, meskipun anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 untuk pengelolaan sampah telah dialokasikan hingga bulan Desember.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sampah yang seharusnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini meluber hingga ke badan Jalan Pertamina. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga sekitar, bahkan berdampak hingga ke peternak bebek dari Desa Sukadadi.
Ali, salah seorang warga Desa Tawang Sari, mengungkapkan bahwa dalam Musyawarah Desa (Musdes) telah disepakati mekanisme pengangkutan sampah. Menurutnya, setiap kali bak penampungan penuh, pihak desa seharusnya segera menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui petugas pengangkut sampah.
“Faktanya di lapangan, sampah tidak diangkut sampai dua bulan lebih. Sampah melebar ke jalan dan perangkat desa terkesan cuek. Ini menunjukkan kurang seriusnya Kuwu dalam menjaga kebersihan dan lingkungan desa,” ujar Ali.
Ia juga menambahkan, meskipun Kuwu Castana tidak terpilih kembali dalam Pemilihan Kuwu (Pilwu) pada 10 Desember lalu, seharusnya tetap menjalankan amanah jabatannya hingga masa akhir tugas pada 12 Februari mendatang.
“Walaupun sudah tidak terpilih, tanggung jawab tetap harus dijalankan sampai akhir masa jabatan,” tegasnya.
Sementara itu, RBT (54), seorang peternak bebek asal Desa Sukadadi, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Ia menyebut bau sampah sangat menyengat dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan serta lingkungan sekitar.
“Saya setiap hari melihat tumpukan sampah itu. Bau-nya bukan cuma mengganggu hidung, tapi juga bisa berdampak ke kesehatan. Saya berharap Kuwu terpilih bisa segera membersihkan sampah tersebut,” ujarnya kepada Media Buletin News.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada Kuwu terpilih, Eva, yang akan mengemban tugas berat untuk membenahi Desa Tawang Sari, termasuk menindaklanjuti persoalan tumpukan sampah yang sudah menggunung dan mencoreng wajah desa.
Saat awak media mencoba meminta klarifikasi dari Kuwu Castana di kantor desa, salah satu perangkat desa menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang dinas luar desa.
“Pak Kuwu lagi ada dinas luar,” singkat perangkat desa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kuwu Castana terkait persoalan pengelolaan sampah dan penggunaan anggaran Dana Desa tersebut.
(Ali)





