PURWAKARTA BERDUKA: SI JAGO MERAH LALAP RATUSAN KIOS PASAR REBO JELANG SAHUR

Oplus_131072

PURWAKARTA BERDUKA: SI JAGO MERAH LALAP RATUSAN KIOS PASAR REBO JELANG SAHUR

Buletin News.id

PURWAKARTA ||  Musibah memilukan melanda pusat perekonomian rakyat di jantung Purwakarta. Pasar Rebo yang berlokasi di Jalan Kapten Halim, Kelurahan Nagri Kidul, hangus dilalap api pada Selasa dini hari (24/2/2026), tepat saat warga tengah bersiap menyantap sahur. Suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan.

Kronologi & Dugaan Penyebab
Berdasarkan pantauan langsung tim Buletin News di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 02.15 WIB dari area Blok C pasar. Api dengan cepat membumbung tinggi dan membakar sejumlah kios di bagian dalam.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik (korsleting) dari salah satu kios. Embusan angin yang cukup kencang serta dominasi material mudah terbakar seperti kayu dan plastik membuat si jago merah dengan cepat merembet hingga ke Blok E.

Sedikitnya 200 kios dan lapak pedagang dilaporkan ludes terbakar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari radius beberapa kilometer, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.

Respons Cepat Petugas
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada yang tersedia. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, dibantu unit dari kabupaten tetangga.

Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, turut meninjau langsung lokasi kejadian bersama jajaran Pemerintah Kabupaten. Ia menegaskan bahwa prioritas utama petugas adalah melokalisir api agar tidak merembet ke permukiman warga yang berada tak jauh dari area pasar.

“Fokus kami memastikan api tidak menyebar ke rumah warga. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian materiil cukup besar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan menjelang pagi. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Dampak Ekonomi
Kebakaran ini meninggalkan luka mendalam bagi para pedagang. Kerugian materiil ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Mayoritas pedagang diketahui baru saja menambah stok barang untuk menyambut bulan Ramadhan.
“Kami sangat terpukul. Barang baru datang kemarin sore untuk persiapan bulan puasa, sekarang habis semua. Modal kami dari pinjaman,” ungkap salah seorang pedagang dengan mata berkaca-kaca.

Pemerintah daerah menyatakan akan segera melakukan pendataan kerugian dan menyiapkan langkah penanganan darurat bagi para pedagang terdampak, termasuk kemungkinan relokasi sementara agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan instalasi listrik dan sistem keamanan pasar secara berkala, terutama menjelang momen-momen krusial seperti bulan Ramadhan, ketika aktivitas perdagangan meningkat tajam

(Tim Purwakarta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *