220 Petugas SPPG Ciamis Ikuti Pelatihan Penjamah Makanan Jelang Operasional Program Gizi

220 Petugas SPPG Ciamis Ikuti Pelatihan Penjamah Makanan Jelang Operasional Program Gizi

Buletin News.id

CIAMIS || Menjelang pengoperasian kembali program pemberian makanan bergizi, sebanyak 220 petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ciamis mengikuti pelatihan khusus penjamah makanan. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan petugas dalam menangani makanan sekaligus menerapkan protokol sanitasi yang ketat di setiap unit kerja.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Ciamis, Egy Arman Ramdani, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam menjamin kualitas dan keamanan konsumsi bagi masyarakat penerima manfaat.

“Pelatihan ini dilaksanakan agar seluruh petugas memahami cara menangani makanan dengan benar serta menjaga sanitasi di lingkungan SPPG masing-masing,” ujar Egy saat memberikan keterangan.

Pelatihan tersebut turut melibatkan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat guna memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar kesehatan dan kondisi lapangan. Untuk tahap awal, peserta berasal dari sejumlah kecamatan strategis, di antaranya Kecamatan Panumbangan, Panawangan, Sadananya, Rajadesa, dan Pamarican.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar setiap petugas tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan praktik terbaik sesuai dengan kebutuhan di wilayah kerjanya masing-masing.

Saat ini, operasional SPPG tengah memasuki masa jeda hingga 30 Maret. Waktu tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan intensif.

“Kita akan mulai operasional kembali pada 31 Maret. Jadi sebelum tanggal tersebut, seluruh petugas harus sudah memiliki pemahaman standar mengenai higienitas makanan,” tambah Egy.

Dengan pembekalan ini, diharapkan program pemenuhan gizi di Tatar Galuh Ciamis dapat berjalan lebih profesional, higienis, serta memberikan dampak kesehatan yang maksimal bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat di berbagai wilayah.

(Yana Kurniawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *