Langkah Agung dari Pasir Kaliki: RAKERNAS Ke-2 Paguyuban Sundawani Indonesia Mantapkan Marwah dan Tertib Komando
Buletin News.id
BANDUNG, Sejarah pergerakan organisasi kemasyarakatan di tatar Pasundan kembali menorehkan tinta emas. Bertempat di jantung Kota Kembang, Hotel El-Cavana, kawasan Pasir Kaliki, Bandung, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Sundawani Indonesia sukses menggelar agenda akbar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Ke-2 pada Minggu (07/06/2026).
Giat berskala nasional ini bukan sekadar ajang berkumpulnya para kader, melainkan sebuah momentum refleksi dan konsolidasi taktis. Kehadiran tiga pilar utama pimpinan pusat—Ketua Umum DPP Iwan Gumilar, S.H. (A Iwong), Sekretaris Jenderal R.R. Laizal Damier, S.E. (A Izal), dan Bendahara Umum Taufik—menjadi penanda mutlak komitmen organisasi dalam merajut tatanan pergerakan yang lebih modern, profesional, dan berwibawa di bawah payung hukum NKRI.

Menempa Kualitas di Sela-Sela Evaluasi
RAKERNAS Ke-2 kali ini menargetkan penguatan fondasi internal secara rigid. Di sela-sela kesibukan mencatat laporan dari berbagai daerah, Bendahara Umum DPP, Taufik, memaparkan bahwa agenda ini sengaja dirancang sebagai instrumen fasilitas resmi dari pimpinan pusat untuk membina seluruh jajaran kepengurusan di tingkat daerah.
“Marwah organisasi tidak akan runtuh selama tata kelola administrasi dan SDM di lapangan bergerak secara terstruktur. Pihak DPP memandang pembinaan berkala ini sebagai kunci utama agar setiap instruksi dari pusat dapat diterjemahkan secara presisi, cerdas, dan satu komando oleh seluruh jajaran pengurus di daerah,” ujar Taufik saat diwawancarai oleh tim Buletin News.
Paseduluran Riuh dalam Keakraban Daerah
Esensi kebudayaan Sunda yang sarat akan nilai silaturahmi begitu kental terasa di sepanjang jalannya acara. Aula pertemuan utama dipadati oleh delegasi yang mewakili lebih dari 70% Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat. Suasana penuh keakraban mengalir deras saat satu per satu perwakilan daerah naik ke podium untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan serta progres program kerja di wilayah masing-masing.
Meskipun dinamika diskusi berjalan dinamis, jajaran fungsionaris DPP pusat dengan penuh ketelitian menyimak, mencatat, dan mengevaluasi setiap poin capaian, hambatan, serta harapan masa depan yang dilontarkan oleh arus bawah demi kemajuan kolektif paguyuban.
Taji Nyata DPD Kabupaten Tasikmalaya
Di tengah riuhnya pemaparan, sorotan tajam tertuju pada delegasi DPD Paguyuban Sundawani Indonesia Kabupaten Tasikmalaya. Diwakili secara resmi oleh sang Bendahara, Tatang, wilayah ini memukau forum dengan menyajikan rangkaian laporan program kerja yang menyentuh langsung denyut nadi kebutuhan masyarakat akar rumput.
Sundawani Tasikmalaya membuktikan diri tidak hanya piawai menjaga eksistensi seni budaya Sunda dan bela diri Pencak Silat, tetapi juga peka terhadap isu sosial keagamaan melalui agenda rutin memakmurkan masjid serta aksi sosial sedekah santunan dhuafa.
Namun, daya dobrak yang paling mengundang decak kagum adalah keberhasilan mereka dalam menjalankan fungsi kontrol sosial publik serta penyediaan layanan advokasi pendampingan hukum dan mediasi gratis bagi warga kecil yang tertindas. Langkah konkret ini menjadi bukti nyata bahwa slogan legendaris organisasi, “Wani kana bener, weduk kana salah,” dijalankan dengan penuh tanggung jawab ilmiah dan legal di lapangan.
Mengikis Stigma, Menuai Simpati Publik
Melalui ulasan mendalam RAKERNAS Ke-2 ini, masyarakat luas kini dapat melihat dengan jelas arah evolusi besar Paguyuban Sundawani Indonesia. Organisasi ini telah berjaya mengikis habis stigma miring masa lalu mengenai organisasi kemasyarakatan berotot jalanan. Sundawani kini tampil elegan sebagai barisan elit pergerakan yang bergerak menggunakan kecerdasan akal budi, tertib hukum, serta sentiasa bersinergi dengan aparat pemerintah demi ketenteraman umum.
Agenda ditutup dengan ikrar kebulatan tekad dari seluruh jajaran kepengurusan untuk terus merapatkan barisan, menjaga kondusivitas wilayah, dan memastikan kehadiran Paguyuban Sundawani Indonesia sentiasa menjadi tameng pelindung dan membawa manfaat mutlak bagi masyarakat luas.
(Asjen/*)





