Perjalanan Melelahkan, Sopir Pengangkut Pakan Keluhkan Tidak Bisa Membeli Solar di SPBU Saat Kendaraan Mogok

Oplus_131072

Perjalanan Melelahkan, Sopir Pengangkut Pakan Keluhkan Tidak Bisa Membeli Solar di SPBU Saat Kendaraan Mogok

Buletin News.id

Tasikmalaya – Perjalanan yang melelahkan dialami Agus, seorang buruh pengangkut pakan ikan dan ayam, saat menjalankan aktivitas pengiriman dari Tasikmalaya menuju Cigugur, Pangandaran, pada Sabtu (13/06/2026).

Menurut Agus, kendaraan yang digunakannya berangkat sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, saat berada di wilayah Karangsambung, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, mobil yang dikendarainya kehabisan bahan bakar solar dan akhirnya mogok.

Karena kendaraan tidak dapat berjalan, Agus berinisiatif menghubungi teman dan kerabat untuk mengantarkannya ke SPBU terdekat guna membeli solar.

“Mobil kehabisan solar dan mogok di Karangsambung. Untung ada bapak-bapak yang bersedia mengantar saya ke SPBU Manonjaya,” ujar Agus.

Namun, setibanya di SPBU Manonjaya, Agus mengaku kecewa karena tidak diperbolehkan membeli solar menggunakan jeriken. Menurut petugas, pengisian solar harus dilakukan langsung ke kendaraan.

Agus mempertanyakan kebijakan tersebut karena kondisi mobilnya sedang mogok dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke SPBU.

“Bagaimana mobil bisa dibawa ke SPBU kalau kondisinya mogok? Saya hanya ingin membeli dua atau tiga liter solar agar kendaraan bisa hidup dan dibawa ke SPBU untuk mengisi penuh, tetapi tetap tidak diberikan,” katanya.

Ia juga mempertanyakan mengapa ada pihak lain yang terkadang diperbolehkan membeli bahan bakar menggunakan jeriken, sementara dirinya yang membutuhkan untuk kendaraan mogok justru tidak dilayani.

Agus berharap pihak berwenang dapat memberikan kejelasan mengenai aturan penjualan bahan bakar bagi kendaraan yang mengalami mogok atau kehabisan solar di jalan.

“Apakah kendaraan yang mogok harus didorong sampai ke SPBU? Saya berharap ada solusi dan kejelasan aturan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan seperti ini,” tegas Agus dengan nada kesal.

(Asjen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *