Dugaan Persoalan Pribadi Libatkan Oknum Guru SD di Pangandaran, Pihak Terkait Masih Menunggu Klarifikasi

Dugaan Persoalan Pribadi Libatkan Oknum Guru SD di Pangandaran, Pihak Terkait Masih Menunggu Klarifikasi

Buletin News.id

Pangandaran || Dugaan persoalan hubungan pribadi yang melibatkan seorang oknum guru sekolah dasar berinisial RF di wilayah Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah unggahan di media sosial yang dibuat oleh seorang perempuan berinisial AI. Dalam unggahan tersebut, AI menyampaikan kekecewaannya atas hubungan yang pernah dijalin dengan RF. Sabtu (20/6/2026).

Informasi tersebut mencuat setelah AI mengunggah beberapa konten di media sosial yang menyinggung hubungan pribadinya dengan RF. Dalam unggahan itu, AI mengaku merasa kecewa karena hubungan yang dijalani tidak berakhir sesuai harapan.

Tim media kemudian melakukan penelusuran dan meminta keterangan langsung kepada AI pada Kamis (18/6/2026). Dalam keterangannya, AI mengaku pernah menjalin hubungan dengan RF selama beberapa waktu. Namun, menurut pengakuannya, hubungan tersebut berakhir tanpa adanya kejelasan mengenai masa depan hubungan yang telah mereka bangun.

“Saya merasa banyak kehilangan waktu dan tenaga. Sebagai seorang ibu dengan dua anak, saya berharap ada kepastian dalam hubungan tersebut,” ujar AI.

Selain mengungkapkan kekecewaannya, AI juga menyampaikan sejumlah hal yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Salah satunya berkaitan dengan informasi yang, menurut pengakuannya, pernah disampaikan RF kepada lingkungan tempat tinggalnya mengenai status hubungan mereka.

AI menyebutkan bahwa ketika RF beberapa kali berkunjung dan menginap di kediamannya, pernah muncul keterangan kepada warga sekitar bahwa keduanya telah menikah secara siri. Namun hingga saat ini, belum terdapat dokumen maupun keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Dalam penelusuran lebih lanjut, media juga menemukan adanya unggahan video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria yang diduga RF berada di dekat botol minuman beralkohol. Meski demikian, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara menyeluruh, termasuk waktu perekaman, konteks kejadian, maupun apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan tertentu. Oleh karena itu, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.

Sejumlah pihak menilai persoalan yang mencuat ini pada dasarnya merupakan ranah pribadi. Namun, karena pihak yang disebut dalam pengakuan tersebut berstatus sebagai tenaga pendidik, AI berpendapat bahwa instansi terkait perlu mengetahui persoalan tersebut guna memastikan tidak terdapat pelanggaran terhadap kode etik profesi maupun aturan kedinasan yang berlaku.

“Saya sedang mempertimbangkan untuk menyampaikan pengaduan kepada Dinas Pendidikan agar ada klarifikasi dan penjelasan yang objektif,” kata AI.

Hingga berita ini diterbitkan, RF belum memberikan tanggapan atas berbagai pernyataan yang disampaikan AI. Upaya konfirmasi melalui berbagai jalur komunikasi masih terus dilakukan oleh media guna memperoleh keterangan yang berimbang dari pihak yang bersangkutan.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran juga belum memberikan tanggapan resmi terkait informasi yang berkembang. Media masih berupaya meminta klarifikasi dari instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang.

Redaksi menegaskan bahwa seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih berupa pengakuan dan keterangan dari salah satu pihak. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai terdapat klarifikasi resmi atau fakta yang dapat diverifikasi dari seluruh pihak terkait.

(HM/AP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *