Sering Mati Lampu Tanpa Pemberitahuan, Menteri ESDM Semprot PLN: “Saya Sudah Kurang Tegas Apa Lagi?”

Sering Mati Lampu Tanpa Pemberitahuan, Menteri ESDM Semprot PLN: “Saya Sudah Kurang Tegas Apa Lagi?”

TASIKMALAYA – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi tanpa pemberitahuan kembali mencuat. Gelombang pemadaman bergilir yang belakangan melanda sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, memicu keresahan warga dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk aktivitas sehari-hari.

Situasi tersebut mendapat sorotan langsung dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), . Dalam pernyataannya, Bahlil melayangkan teguran keras kepada manajemen PT PLN (Persero) agar segera menyelesaikan berbagai persoalan teknis yang menyebabkan terganggunya layanan listrik kepada masyarakat.

Menurut Bahlil, pemerintah tidak dapat mentolerir gangguan pasokan listrik yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Ia menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara optimal oleh penyedia layanan.

«”Pemerintah tegas. Saya sudah kurang tegas apa lagi, sudah kita kasih ultimatum begitu. Tinggal teknis implementasinya di PLN,” tegas Bahlil.»

Warga Manonjaya Keluhkan Pemadaman Mendadak

Di Kabupaten Tasikmalaya, dampak pemadaman listrik dirasakan langsung oleh masyarakat Kecamatan Manonjaya. Dalam dua pekan terakhir, warga mengaku mengalami sedikitnya dua kali pemadaman listrik dalam durasi yang cukup lama tanpa adanya informasi atau pemberitahuan sebelumnya.

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai keluhan karena aktivitas rumah tangga hingga usaha masyarakat terganggu. Sejumlah warga menilai minimnya sosialisasi dari pihak PLN membuat mereka tidak memiliki waktu untuk melakukan antisipasi.

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu yang paling terdampak. Beberapa pelaku usaha mengaku mengalami kerugian akibat proses produksi yang terhenti mendadak saat listrik padam.

Seorang pengusaha kue basah di Manonjaya menuturkan bahwa produksi yang sedang berjalan terpaksa gagal karena oven listrik yang digunakan berhenti beroperasi ketika adonan sedang diproses.

“Kenapa tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi sebelumnya? Kami modalnya pas-pasan. Kalau begini terus bisa bangkrut,” keluhnya.

Tidak hanya pelaku usaha makanan, sejumlah pedagang kuliner lainnya juga mengaku mengalami kerugian akibat bahan baku yang tersimpan dalam lemari pendingin mengalami penurunan kualitas bahkan membusuk setelah listrik padam dalam waktu yang cukup lama.

Evaluasi Kinerja PLN Jadi Sorotan

Teguran Menteri ESDM kepada PLN tidak lepas dari berbagai evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap pelayanan kelistrikan nasional. Berdasarkan komunikasi dengan jajaran direksi PLN, sejumlah persoalan teknis disebut menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik di beberapa daerah.

Mulai dari kebutuhan peremajaan peralatan jaringan, pemeliharaan sistem distribusi, hingga kesiapan dukungan teknis di lapangan menjadi faktor yang harus segera dibenahi agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Pemerintah menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampak dari berbagai kendala internal perusahaan. Sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional, PLN dituntut mampu menghadirkan solusi cepat dan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

Selain memastikan keandalan jaringan, PLN juga didorong untuk meningkatkan komunikasi publik, khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat apabila terdapat pemeliharaan jaringan atau potensi pemadaman yang tidak dapat dihindari.

Masyarakat Menunggu Perbaikan Layanan

Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik untuk aktivitas rumah tangga, pendidikan, hingga ekonomi digital, masyarakat berharap PLN dapat segera meningkatkan kualitas pelayanannya. Transparansi informasi dan kecepatan penanganan gangguan dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Sementara itu, warga di sejumlah wilayah yang terdampak pemadaman berharap adanya langkah konkret dari PLN agar kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak semakin membebani masyarakat maupun pelaku usaha kecil yang menggantungkan aktivitasnya pada pasokan listrik yang stabil.

(Ki Purwakalih)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *