Ang Icep: “Ciamis Amis ku Maneh”, Memaknai HUT RI ke-81 dari Tatar Galuh
Buletin News.id
Ciamis, || Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Tatar Galuh Ciamis tahun ini terasa lebih istimewa. Selain diisi upacara dan perlombaan, momentum kemerdekaan juga direnungkan melalui kearifan lokal Sunda: _Ciamis Amis ku Maneh_.
Pameo leluhur tersebut dipopulerkan oleh Sesepuh Tatar Galuh dan Penasihat Galuh Puseur, KH. Irfan Hielmy, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis Almarhum.
Menurut Ang Icep, salah satu putra KH. Irfan Hielmy yang juga tokoh nilai kegaluhan Tatar Galuh, ungkapan itu memiliki makna mendalam. _Ciamis_ dikenal manis karena ulah dan perilaku warganya sendiri.

Dalam konteks HUT RI ke-81 yang mengusung semangat kebersamaan dan pembangunan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, filosofi _Amis ku Maneh_ menjadi sangat relevan.
*1. Kemerdekaan Adalah Buah Kerendahan Hati dan Gotong Royong*
Bagi masyarakat Ciamis, manisnya kehidupan bermasyarakat — mulai dari kerukunan, kesantunan, hingga keindahan alam pedesaan — bukanlah sesuatu yang turun dari langit.
Semua itu lahir dari keringat, budi pekerti, dan kerja sama warganya. Prinsip _silih asah, silih asih, silih asuh_ menjadi fondasinya.
“Semangat ini sejalan dengan makna 81 tahun Indonesia merdeka. Bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan kolektif para pahlawan yang kemudian harus terus dirawat oleh _maneh_, kita semua,” ujar Ang Icep.
*2. Amis ku Maneh: Tanggung Jawab Moral Warga*
Menurut Ang Icep, ungkapan _Amis ku Maneh_ mengandung teguran halus sekaligus motivasi.
Baik buruknya citra daerah, maju mundurnya pembangunan, serta harmonis tidaknya kehidupan, semuanya bergantung pada diri kita sendiri.
Di usia Republik yang ke-81 ini, momentum 17 Agustus di Tatar Galuh bukan sekadar seremonial. Ini adalah saatnya merefleksikan kontribusi nyata.
“Sudahkah kita membuat Ciamis manis — harum, sejahtera, dan damai — melalui karya dan inovasi? Ataukah kita justru abai terhadap tanggung jawab sosial dalam merawat persatuan?” tegasnya.
*3. Merajut Masa Depan Tatar Galuh yang Berdaulat dan Adil*
Dengan semangat kemerdekaan tahun ini, masyarakat Ciamis diajak untuk terus menjaga identitas budaya lokal yang ramah tamah, agamis, dan berjiwa gotong royong.
Pembangunan daerah yang adil dan merata hanya akan terwujud apabila setiap individu memiliki _sense of belonging_ terhadap tanah leluhurnya.
“Peringatan HUT RI ke-81 di Tatar Galuh Ciamis mengingatkan kita bahwa manisnya kemerdekaan hari ini harus dibayar dengan ketulusan berbakti. Mari buktikan bahwa Ciamis benar-benar _amis ku maneh sareng ku polah urang sadayana_ — manis karena hati yang tulus dan perilaku luhur kita semua dalam menjaga kedaulatan bangsa. Merdeka! Sampurasun!” pungkasnya.
Sumber Gagasan : K.H. Fadlil Yani Ainusyamsi,M.BA.
M.Ag., CWC
( Yana Kurniawan)





