Memaknai HUT RI ke-81, Peri Heryanto, S.Ip : Kemerdekaan Harus Hadir untuk Petani dan Masyarakat Desa
Buletin News.id
Ciamis,- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Peri Heryanto, S.Ip. menyampaikan ucapan selamat sekaligus refleksi mengenai makna kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya petani, buruh tani, dan masyarakat pedesaan. Minggu, (16/8/2026).
Peri Heryanto merupakan aktivis lingkungan hidup dan sosial-politik, mantan Ketua BEM STISIP periode 2018–2020, serta penggerak masyarakat petani dan buruh tani aren di Jawa Barat. Menurutnya, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni, tetapi perlu menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, kemandirian ekonomi masyarakat, serta keberpihakan terhadap kelompok masyarakat yang selama ini menjadi penopang kehidupan bangsa.
«“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Kemerdekaan bukan sekadar sejarah yang kita peringati setiap 17 Agustus, melainkan tanggung jawab bersama untuk terus menghadirkan kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Peri Heryanto.»
Ia menilai pembangunan Indonesia ke depan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Bagi masyarakat pedesaan, kata dia, sektor pertanian dan perkebunan bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga bagian penting dari ketahanan ekonomi dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
“Petani dan buruh tani adalah bagian penting dari fondasi bangsa. Karena itu, kemerdekaan harus dapat dirasakan dalam bentuk akses terhadap kesempatan ekonomi, perlindungan terhadap lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penghargaan yang layak terhadap kerja-kerja produktif mereka,” katanya.
Dalam konteks pengembangan komoditas aren di Jawa Barat, Peri mendorong agar masyarakat tidak hanya melihat pohon aren dari satu produk semata. Menurutnya, aren memiliki potensi ekonomi sekaligus ekologis yang perlu dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak menjauh dari persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat di desa. Peran anak muda, menurutnya, penting dalam menghadirkan inovasi, memperkuat jejaring masyarakat, serta menghubungkan potensi lokal dengan perkembangan teknologi dan ekonomi kreatif.
“Generasi muda harus berani hadir di tengah persoalan masyarakat. Kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa jauh masyarakat mendapatkan ruang untuk tumbuh, berdaya, dan menentukan masa depannya,” ujarnya.
Peri berharap momentum HUT ke-81 Republik Indonesia dapat menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa. Semangat kemerdekaan, menurutnya, perlu diterjemahkan melalui kerja nyata, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Indonesia yang maju adalah Indonesia yang tidak meninggalkan rakyatnya. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, menjaga alam, memperkuat ekonomi masyarakat, dan merawat persatuan. Dari desa, dari petani, dari masyarakat akar rumput, kita ikut membangun Indonesia,” kata Peri.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus bergerak, terus berkarya, dan terus menjaga Indonesia. Merdeka!”
(Herman)





