ASN Pemkab Purwakarta Kumpulkan Donasi Rp100 Juta untuk Korban Gempa NTT
Buletin News.id
Purwakarta || Kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui penggalangan dana kemanusiaan.
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Purwakarta berhasil menghimpun donasi sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.
Pengumpulan dana tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Donasi yang terkumpul menjadi wujud solidaritas ASN dan masyarakat Purwakarta terhadap warga NTT yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein mengatakan, bantuan tersebut sempat direncanakan untuk disalurkan bersama dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, setelah dilakukan koordinasi, Pemkab Purwakarta memutuskan untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga yang terdampak agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah terkumpul Rp100 juta. Awalnya akan digabungkan dengan bantuan dari provinsi, tetapi karena bantuan provinsi sudah lebih dulu berjalan, akhirnya kami putuskan bantuan ini disampaikan langsung kepada warga yang membutuhkan di NTT,” ujar Om Zein, Selasa (1/9/2026).
Rencananya, bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke Kampung Riit, Desa Blatatin, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan bantuan akan dilakukan oleh Monic, warga asal NTT yang saat ini bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Ia dipercaya membawa amanah bantuan dari para ASN Purwakarta untuk disampaikan kepada warga terdampak.
“Ini adalah titipan dari ASN Kabupaten Purwakarta. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu warga yang terdampak dan menjadi bukti bahwa masyarakat Purwakarta ikut merasakan serta peduli terhadap penderitaan saudara-saudara kita di NTT,” kata Om Zein.
Menurutnya, penyaluran bantuan secara langsung dilakukan agar dana tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memastikan penggunaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Om Zein juga meminta agar bantuan tersebut diberikan secara tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya melihat tingkat kerusakan dan kondisi warga sebelum menentukan penerima bantuan.
“Manfaatkan bantuan Rp100 juta ini dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan masyarakat. Lihat tingkat kerusakannya, siapa yang paling membutuhkan, lalu salurkan dengan adil dan dicatat dengan baik,” tegasnya.
Ia berharap bantuan yang berasal dari kepedulian ASN Pemkab Purwakarta tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga terdampak, meskipun jumlahnya belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pemulihan pascabencana.
Bagi Pemkab Purwakarta, bantuan itu menjadi simbol solidaritas antardaerah sekaligus bentuk nyata nilai gotong royong masyarakat Indonesia ketika menghadapi musibah.
“Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai sosial masyarakat harus terus tumbuh, terutama ketika bencana menimpa saudara sebangsa di daerah lain,” pungkasnya.
(DR/ST)





