Tiga Nama Lama Kembali Bertarung, Pilkades Sukajaya 2026 Diprediksi Sengit
Buletin News.id
CIAMIS — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukajaya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diperkirakan bakal menarik perhatian masyarakat. Tiga nama yang sudah tidak asing bagi warga kembali mendaftarkan diri untuk mengikuti pencalonan kepala desa pada 2026.
Ketiga kandidat tersebut yakni Helmi Purnama, petahana yang sebelumnya menjabat sebagai kepala desa melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW); Dudung Abdullah, mantan Kepala Desa Sukajaya periode 2011–2017; serta Anang, yang sebelumnya pernah mengikuti kontestasi PAW pada 2022.
Ketiganya memiliki pengalaman dalam dinamika politik pemerintahan desa. Hal tersebut membuat Pilkades Sukajaya kali ini dipandang memiliki warna tersendiri karena para kandidat bukan nama baru dalam kontestasi kepemimpinan di tingkat desa.
Pengalaman masing-masing calon juga menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan diperkirakan berlangsung menarik. Ketiganya telah merasakan atmosfer kompetisi politik desa, baik melalui Pilkades maupun kontestasi PAW.
Nama Dudung Abdullah Mulai Banyak Diperbincangkan
Berdasarkan penelusuran di lapangan, dari empat dusun yang berada di Desa Sukajaya, mulai muncul sejumlah pembicaraan mengenai sosok yang akan mendapat dukungan masyarakat.
Empat wilayah tersebut yakni Citapen Pasir, Citapen Landeuh, Betuksari, dan Jambu Resi.
Di tengah perbincangan warga, nama Dudung Abdullah disebut-sebut mendapat simpati dari sebagian masyarakat. Sejumlah warga yang ditemui secara informal mengungkapkan bahwa nama mantan kepala desa tersebut masih menjadi salah satu pembicaraan menjelang kontestasi.
Salah seorang warga Citapen Pasir yang enggan disebutkan namanya mengatakan, simpati sebagian masyarakat saat ini mengarah kepada Dudung Abdullah.
Namun, pembicaraan di tengah masyarakat tidak hanya tertuju kepada Dudung. Helmi Purnama sebagai petahana juga masih dinilai memiliki basis dukungan.
Helmi Purnama Dinilai Masih Memiliki Dukungan
Sejumlah tokoh dan warga menilai posisi Helmi Purnama sebagai petahana membuat dirinya masih memiliki modal politik yang cukup penting.
Salah satu tokoh di Kecamatan Rajadesa menilai Helmi dikenal cukup dekat dengan masyarakat. Menurutnya, Helmi kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial warga, termasuk ketika masyarakat menggelar hajatan maupun ketika ada warga yang meninggal dunia.
Kehadiran di tengah masyarakat tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat Helmi masih mendapatkan simpati dari sebagian warga.
Meski demikian, dukungan masyarakat dalam Pilkades tetap akan ditentukan oleh pilihan warga saat pemungutan suara.
Anang Kembali Meramaikan Persaingan
Sementara itu, kehadiran Anang juga menjadi perhatian tersendiri dalam Pilkades Sukajaya 2026.
Anang sebelumnya pernah mengikuti kontestasi PAW pada 2022. Dalam kontestasi tersebut, ia disebut memperoleh suara di sejumlah dusun, meskipun jumlahnya tidak dominan.
Pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri bagi Anang untuk kembali mengikuti pertarungan politik di Desa Sukajaya.
Dengan demikian, Pilkades Sukajaya 2026 bukan hanya mempertemukan tiga nama, tetapi juga mempertemukan tiga figur yang telah memiliki pengalaman dalam kontestasi kepemimpinan desa.
Persaingan Masih Terbuka
Perbincangan yang berkembang di tengah masyarakat sejauh ini menunjukkan adanya perhatian terhadap dua nama, yakni Dudung Abdullah dan Helmi Purnama. Namun, situasi tersebut masih bersifat dinamika politik dan percakapan warga menjelang pemilihan.
Dukungan yang terdengar di warung kopi maupun di tengah masyarakat belum dapat dijadikan gambaran pasti mengenai hasil pemungutan suara.
Dengan masih adanya waktu sebelum hari pemilihan, masing-masing kandidat tentunya memiliki kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, serta program kepada masyarakat.
Pilkades Sukajaya 2026 pun diperkirakan menjadi ajang bagi ketiga kandidat untuk meyakinkan masyarakat mengenai gagasan dan program yang mereka tawarkan.
Pada akhirnya, keputusan berada di tangan masyarakat Desa Sukajaya melalui proses pemilihan yang akan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.
Pilkades Sukajaya 2026 kini menjadi salah satu kontestasi yang menarik untuk diikuti, mengingat tiga kandidat yang maju sama-sama memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam dinamika pemerintahan maupun politik desa.
(Li2)





