Ajang Pasanggiri Ujang Nyai Se-Priangan 2025: Menanamkan Nilai Budaya Sunda Sejak Dini
Tasikmalaya, 3 Agustus 2025 — Dalam rangka menanamkan karakter berbasis budaya sejak usia dini, Yayasan Tyara Kusuma bekerja sama dengan Sanggar Kresida Ciamis sukses menyelenggarakan ajang Pasanggiri Ujang Nyai Se-Priangan 2025, sebuah kompetisi budaya yang mengusung nilai-nilai luhur adat Sunda sebagai pembinaan mentalitas anak-anak generasi penerus.
Kegiatan yang digelar di sebuah kafe di wilayah Tasikmalaya ini menjadi wadah edukatif dan inspiratif bagi para pelajar dari berbagai jenjang usia, mulai dari PAUD/TK hingga SMP, untuk memperkenalkan diri sekaligus belajar tentang tata krama, etika, dan nilai-nilai budaya Sunda yang telah diwariskan turun-temurun.

Menurut Ketua Sanggar Kresida, Gerak Mentasi, yang didampingi oleh Ketua Yayasan Tyara Kusuma, Ibu H. Nining Ariesta, ajang ini bukan sekadar kontes penampilan, namun lebih kepada proses pembinaan karakter anak berdasarkan kearifan lokal.
“Saya berharap Pasanggiri Ujang Nyai bisa menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan bagi anak-anak, karena dalam ajang ini mereka belajar tentang nilai-nilai budaya Sunda, sekaligus menjadi persiapan untuk melangkah ke Pasanggiri Ujang Nyai tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Gerak Mentasi.
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada masyarakat Ciamis, terutama para orang tua, agar memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka untuk mengikuti ajang ini. Pasalnya, kegiatan seperti ini tidak hanya melatih kepercayaan diri anak, tetapi juga menguatkan identitas budaya mereka sejak dini.
Meski telah berjalan selama beberapa tahun dan melahirkan banyak finalis yang berkontribusi dalam kegiatan resmi daerah seperti Milangkala Kabupaten Ciamis, Gerak Mentasi mengakui bahwa Pasanggiri ini belum tersentuh secara langsung oleh dukungan pemerintah daerah.
“Kami tidak menyalahkan pihak pemerintah daerah, karena memang belum ada sosialisasi resmi dari kami. Namun ke depannya, Insya Allah, kami akan mengajukan kerja sama dengan Dinas Pariwisata, Disbudpora, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, termasuk dalam hal rekomendasi ke sekolah-sekolah dan kemungkinan dukungan finansial,” jelasnya.
Salah satu bentuk nyata dari antusiasme masyarakat terhadap ajang ini datang dari seorang orang tua peserta, Ibu Nia Karlina, yang anaknya, Ayra Shirly (TK ABA), berhasil meraih gelar Pinilih Nyai Alit dalam ajang Pasanggiri kali ini.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini. Karena di sekolah tidak ada pembelajaran langsung mengenai budaya Sunda seperti ini. Melalui ajang ini, anak saya bukan hanya belajar berjalan di atas panggung, tapi juga belajar bersikap, menghormati orang tua, dan mencintai budaya daerahnya,” ujar Ibu Nia yang turut didampingi oleh pelatih model, Rama Adhitya.
Ibu Nia juga menambahkan bahwa sejak bergabung dengan Sanggar Kresida, putrinya kerap meraih berbagai penghargaan, dan keberhasilan kali ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dan budaya bisa berjalan beriringan dengan pengembangan bakat.
Ajang Pasanggiri Ujang Nyai Se-Priangan 2025 membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga sangat efektif menjadi fondasi karakter generasi muda. Dengan sinergi antara sanggar budaya, yayasan, orang tua, dan ke depan diharapkan juga pemerintah daerah, kegiatan ini diyakini mampu menjadi gerakan kolektif membangun masa depan anak-anak yang berkarakter Sunda, cerdas, dan berbudaya.
(Yana)





