Fenomena Nasional ASN Main Judol Jadi Sorotan, Aktivis Dukung Sikap Tegas Bupati Ciamis

Fenomena Nasional ASN Main Judol Jadi Sorotan, Aktivis Dukung Sikap Tegas Bupati Ciamis

BuletinNews.id

Ciamis,– Peringatan keras Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat judi online mendapat dukungan dari kalangan aktivis. Dalam pelantikan ratusan pejabat baru, Herdiat menegaskan siap menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak hormat tanpa tunjangan pensiun bagi ASN yang terbukti bermain judol.

“Saya tak segan memberikan tindakan yang ketahuan bermain judi online. Akan saya berikan sanksi pemberhentian tidak hormat tanpa tunjangan pensiun,” tegas Herdiat di hadapan pejabat yang baru dilantik di halaman Pendopo Kabupaten.

ASN yang diambil sumpah oleh Bupati Ciamis, yang menduduki jabatan baru

Pernyataan itu tidak lahir dalam ruang hampa. Secara nasional, pemerintah pusat tengah gencar menindak kasus ASN yang terjerat judi online. Data Kementerian PAN-RB menunjukkan, puluhan ASN di berbagai daerah sudah dijatuhi sanksi disiplin berat, mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan.

Fenomena Nasional yang Mengkhawatirkan

Kasus terbaru datang dari Jawa Tengah, di mana seorang ASN diberhentikan karena menggunakan dana kantor untuk menutup utang judol. Di Sulawesi, seorang guru PNS dilaporkan warganya karena terlilit pinjaman online akibat kecanduan judi daring. Fenomena ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman judol bagi integritas birokrasi.

Dengan latar itu, langkah Herdiat di Ciamis selaras dengan agenda nasional. Ia ingin memastikan aparat di bawahnya tidak ikut terseret pusaran yang sama.

Dukungan Aktivis Poros Indoor

Aktivis Poros Indoor, Prima MT Pribadi, menilai sikap tegas Bupati Ciamis sudah tepat. Menurutnya, publik butuh contoh nyata bahwa birokrasi bersih dan bebas dari perilaku menyimpang.

“Kami mendukung penuh peringatan Bupati Ciamis. Jika ada ASN main judi online, pemberhentian tidak hormat adalah langkah yang adil. Itu bukan sekadar hukuman, tapi pesan moral bahwa ASN dibayar untuk melayani rakyat, bukan untuk berjudi,” kata Prima.

Ia juga mengapresiasi pesan Herdiat soal gaya hidup sederhana. “Di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit, ASN harus jadi teladan. Jangan sampai hedonisme di media sosial membuat jarak antara pemerintah dan masyarakat semakin lebar,” ujarnya.

Ratusan Pejabat Baru Dilantik

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Ciamis mengisi ratusan jabatan struktural dan fungsional yang kosong. Di antaranya:

dr. H. Rizali Sofiyan, MM sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Dr. A. Wahyu Radityananto, M.Si sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

Enda Hidayat, S.STP, M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Ihsan Rasyad, AKS, MM sebagai Kepala Dinas Sosial.

Raden Ega Anggara Al Kautsar, SH, MM sebagai Kepala Satpol PP.

Selain itu, 11 camat baru dilantik, termasuk Fitri Lisnawati (Camat Cimaragas), Ari Angga Rianto (Camat Banjaranyar), Hj. Enok Kursilah (Camat Cihaurbeuti), dan Woro Sri Hastuti (Camat Purwadadi).

Pesan Moral untuk ASN

Herdiat menegaskan bahwa ASN harus hadir di tengah masyarakat dengan sikap santun, ramah, dan tanpa berbelit. “Semoga setelah pelantikan ini, struktur organisasi perangkat daerah dapat terpenuhi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ucapnya.

Instruksi itu meliputi juga pencegahan kekerasan dan penyimpangan seksual di wilayah masing-masing. “Karena hal tersebut tak pandang bulu,” tambahnya.

Dengan dukungan aktivis dan fenomena nasional sebagai latar, sikap tegas Herdiat dipandang sebagai alarm keras agar ASN Ciamis tidak mengulangi kesalahan yang sudah mencoreng birokrasi di daerah lain.

(Yana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *