27 Mahasiswa Berebut Beasiswa Ciamis Cerdas, 10 Terpilih Jadi Penerima Bantuan Pendidikan
Buletin News.id
CIAMIS – Antusiasme mahasiswa terhadap program beasiswa Ciamis Cerdas yang digulirkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Darussalam Ciamis cukup tinggi. Dari 27 mahasiswa yang mendaftar, hanya 10 orang yang akhirnya ditetapkan sebagai penerima beasiswa tahun 2026 sesuai kuota yang tersedia.
Tingginya jumlah pendaftar hanya dalam waktu satu hari menjadi gambaran bahwa kebutuhan mahasiswa terhadap dukungan biaya pendidikan masih sangat besar. Program Ciamis Cerdas tahun ini merupakan tahun kedua Baznas Ciamis berkolaborasi dengan UPZ Darussalam dalam menyalurkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa.
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) agar manfaatnya tidak berhenti pada bantuan konsumtif semata.
Menurutnya, dana Ziswaf harus mampu menjadi instrumen untuk membangun kemandirian masyarakat, salah satunya melalui peningkatan akses pendidikan.
“Gol akhir dari zakat, infak, sedekah, wakaf adalah bagaimana menghadirkan keadilan sosial, keadilan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberkahan dari Allah,” ujar Lili, Selasa (8/9).
Ia juga mendorong agar keberadaan UPZ di tingkat desa maupun lembaga pendidikan semakin aktif dalam menghimpun sekaligus mendayagunakan zakat untuk program-program yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Khusus bagi UPZ yang telah ditetapkan sebagai Kampung Zakat, Baznas Ciamis mendorong agar penyaluran beasiswa minimal diberikan kepada dua penerima manfaat di setiap desa. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat zakat tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi dapat dirasakan hingga masyarakat di tingkat bawah.
“Harapannya dari Ciamis Cerdas ini, dengan dana yang terkumpul dari rukun Islam yang ketiga, kita dapat membuktikan bahwa konsep Allah dapat menyelamatkan umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua UPZ Darussalam, Ahmad Agung, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Baznas Ciamis yang kembali menggandeng pihaknya dalam pelaksanaan program beasiswa tersebut.
“Di tahun ini, Insya Allah kita berkesempatan mendapat kuota 10 orang untuk beasiswa di lingkungan Darussalam,” ujar Ahmad yang akrab disapa Abah.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan setelah 27 mahasiswa mendaftarkan diri dalam waktu satu hari. UPZ Darussalam bersama Baznas Ciamis kemudian melakukan seleksi hingga menetapkan 10 mahasiswa penerima bantuan sesuai kuota yang tersedia.
Ahmad menilai tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa persoalan biaya masih menjadi salah satu tantangan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Baznas masih mempercayai Darussalam untuk menyediakan sumber daya manusia dalam rangka penguatan dan penambahan SDM yang bertitel sarjana,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan terus diperkuat sehingga dana Ziswaf dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Ke depan, UPZ Darussalam juga berharap cakupan penerima program Ciamis Cerdas dapat diperluas. Ahmad mengusulkan agar penerima beasiswa tidak hanya berasal dari mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa tingkat akhir, khususnya semester VI hingga VIII.
Menurutnya, mahasiswa tingkat akhir juga menghadapi kebutuhan biaya yang cukup besar untuk menyelesaikan studi. Tidak sedikit mahasiswa yang terancam tertunda lulus akibat kendala ekonomi, padahal hanya selangkah lagi meraih gelar sarjana.
“Karena itu, dukungan beasiswa dapat menjadi penyelamat agar mahasiswa tidak berhenti di tengah jalan. Semangat ‘Dari Ciamis untuk orang Ciamis’ menjadi landasan dalam mendorong pengelolaan zakat yang berkelanjutan,” kata Ahmad.
Melalui program Ciamis Cerdas, Baznas dan UPZ Darussalam tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadikan zakat sebagai investasi untuk mencetak sumber daya manusia Ciamis yang berpendidikan dan memiliki masa depan.
Dengan kuota 10 mahasiswa pada 2026, program ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar: zakat tidak hanya membantu masyarakat bertahan hidup, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meraih masa depan yang lebih baik.





