Gong Perdamaian Dunia Resmi Ditempatkan di Situs Karang Kamulyan Ciamis, Simbol Harmoni dari Tanah Galuh

Gong Perdamaian Dunia Resmi Ditempatkan di Situs Karang Kamulyan Ciamis, Simbol Harmoni dari Tanah Galuh

Buletin News.id

CIAMIS – Situs Budaya Karang Kamulyan di Kabupaten Ciamis kembali mencatat sejarah penting. Kawasan yang dikenal sebagai peninggalan peradaban Kerajaan Galuh tersebut kini menjadi tempat bersemayamnya Gong Perdamaian Dunia, yang secara resmi ditempatkan dan ditabuh pada Rabu (9/9/2026).

Perhelatan bernuansa kebangsaan dan kebudayaan itu dihadiri langsung oleh tokoh adat Nusantara sekaligus sesepuh Jawa Barat, Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. (Abah Anton), bersama Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya.

Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Kehadiran para tokoh daerah tersebut menjadi penegasan bahwa Kabupaten Ciamis terus berkomitmen menjaga nilai-nilai perdamaian, kebudayaan, serta kearifan lokal yang telah tumbuh dari akar sejarah Tatar Galuh.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Anton Charliyan menyampaikan makna mendalam mengenai keberadaan Gong Perdamaian Dunia di kawasan Karang Kamulyan. Menurutnya, penempatan gong di situs bersejarah tersebut memiliki nilai filosofis yang besar, bukan hanya bagi masyarakat Ciamis, tetapi juga bagi dunia.

“Gong ini merupakan gong wiwitan atau gong induk sedunia,” ujar Abah Anton.

Ia menjelaskan, pemilihan Situs Karang Kamulyan sebagai lokasi Gong Perdamaian sangat tepat karena kawasan tersebut merupakan pusat peradaban leluhur yang memiliki nilai-nilai luhur, termasuk semangat menjaga keharmonisan dan kedamaian.

Menurutnya, keberadaan gong tersebut menjadi simbol pengingat bahwa perdamaian merupakan nilai universal yang harus terus dirawat oleh seluruh umat manusia.

Sementara itu, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya peringatan Milad Gong Perdamaian Dunia ke-17 di Kabupaten Ciamis.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Tatar Galuh Ciamis memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai perdamaian.

“Semoga Gong Perdamaian ini menggema ke seluruh jagat, bukan hanya di Jawa Barat saja,” ujar Herdiat di lokasi kegiatan.

Bupati Herdiat menegaskan, semangat perdamaian harus terus digaungkan secara lebih luas, mulai dari tingkat daerah, nasional, hingga dunia.

Ia menyebut sejarah panjang Tatar Galuh yang telah tercatat sejak tahun 739 Masehi menjadi sumber inspirasi dalam menjaga nilai-nilai luhur peninggalan para leluhur.

“Nilai-nilai luhur para leluhur yang disampaikan oleh Abah Anton Charliyan memberikan inspirasi yang luar biasa,” katanya.

Menurut Herdiat, keberadaan Gong Perdamaian Dunia di Karang Kamulyan tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Ia berharap penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang dapat terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat Ciamis.

Dengan hadirnya Gong Perdamaian Dunia di Situs Karang Kamulyan, Kabupaten Ciamis menambah daftar ruang bersejarah yang membawa pesan universal: bahwa warisan budaya dan nilai perdamaian dapat menjadi jembatan untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis.

(Yana K)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *