Pelatihan Barista Disnaker Ciamis, Cetak Generasi Baru di Dunia Kopi
BuletinNews.id
Ciamis – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis kembali menggelar pelatihan kerja yang menyita perhatian masyarakat. Kali ini, program pelatihan barista yang berlangsung di UPTD KLK Disnaker Bojonghuni, Maleber, banjir peminat. Tercatat, jumlah pendaftar mencapai 350 orang, namun hanya 50 peserta terpilih yang berkesempatan mengikuti pelatihan tahun ini.
Salah satu peserta, Ikbal, mengaku ikut pelatihan karena melihat masa depan cerah di dunia kopi.
“Saya ikut pelatihan ini karena ke depan berencana membuka usaha atau bisa juga bekerja sama dengan teman. Selain dapat pengetahuan, kami juga akan mendapat sertifikat, meskipun untuk mendapatkannya harus melalui uji kompetensi. Nanti dinilai dari rasa, takaran, dan lainnya,” ujarnya.
Ikbal juga menilai, langkah Disnaker Ciamis menghadirkan pelatihan barista sangat tepat di tengah tren kopi yang semakin digemari anak muda. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, apalagi bisa membuka lapangan kerja baru di tengah tingginya angka pengangguran,” tambahnya.

Ari Ardiansa, Barista Senior Jadi Instruktur
Program ini menghadirkan Ari Ardiansa, barista senior sekaligus owner Cafe Rumah Buni di Jalan Bojonghuni No. 30, Ciamis. Ari yang telah berkecimpung di dunia kopi sejak 2009, dipercaya Disnaker sebagai instruktur sejak 2015.
“Awalnya pelatihan dilakukan di desa-desa karena banyak potensi kopi di sana. Namun, sekarang kurikulumnya lebih terpusat di satu tempat. Hingga kini sudah ada lebih dari 10 angkatan dengan peserta dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah berprofesi sebagai barista tapi butuh sertifikat, ada juga masyarakat umum yang ingin membuka usaha,” jelas Ari.
Menurutnya, materi pelatihan mencakup dasar-dasar barista, mulai dari sejarah kopi, teknik seduh, praktik membuat menu reguler, hingga inovasi menu baru. “Tahun ini ada dua angkatan dengan total 50 peserta. Padahal jumlah pendaftar sekitar 350 orang,” ungkapnya.

Peluang Barista di Ciamis Masih Terbuka
Meski daya beli masyarakat Ciamis tidak sebesar kota besar, Ari menilai peluang kerja barista tetap menjanjikan.
“Industri kopi di Ciamis terus tumbuh. Hampir setiap bulan ada kafe baru yang buka, sehingga kebutuhan tenaga barista juga ikut meningkat,” katanya.
Lewat program pelatihan barista ini, Disnaker Ciamis berharap peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis, tetapi juga termotivasi membuka usaha baru di bidang kopi. Dengan begitu, akan tercipta lapangan pekerjaan baru sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
(Yana)





