Demo Depan Gedung DPRD Ciamis, Hadirkan Forum Dialog Terbuka

Demo Depan Gedung DPRD Ciamis, Hadirkan Forum Dialog Terbuka

BuletinNews.id

Ciamis – Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Ciamis di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Senin (1/9/2025), bukan hanya diwarnai orasi keras, tetapi juga menghadirkan forum dialog terbuka antara mahasiswa dengan jajaran pemerintah daerah. Salah satu poin utama yang mencuat adalah soal beban rakyat terhadap kebijakan pajak dan pengelolaan keuangan negara.

Dalam “sidang rakyat” yang mereka gelar, mahasiswa menyoroti kondisi masyarakat yang kian terhimpit. Mereka menuntut agar wakil rakyat dan pemerintah tidak menambah beban melalui kenaikan pajak, di saat harga kebutuhan pokok tidak menentu dan utang negara terus membengkak. “Rakyat sibuk mencari minyak goreng, DPR sibuk mencari sorotan kamera. Dimana letak keberpihakan mereka?” kata salah seorang perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa juga menuntut adanya audit transparan terhadap penggunaan anggaran, termasuk anggaran DPR yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi ekonomi rakyat. Mereka meminta pemerintah serius mencari solusi kreatif tanpa membebani masyarakat kecil.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan penegasan. Ia memastikan bahwa selama masa kepemimpinannya, Ciamis tidak pernah menaikkan pajak daerah. “Alhamdulillah, tujuh tahun di Ciamis tidak ada kenaikan pajak, dan insyaallah sampai saya selesai menjabat tidak akan ada kenaikan pajak bumi maupun pajak lainnya,” ujar Herdiat di hadapan mahasiswa.

Menurut Herdiat, pemerintah daerah berkomitmen mencari sumber-sumber pendapatan lain dengan memaksimalkan potensi lokal. “Kami akan meningkatkan sektor lain yang bisa mendongkrak pendapatan tanpa membebani rakyat. Jadi tujuan kami sejalan dengan mahasiswa, yaitu mensejahterakan masyarakat,” imbuhnya.

Pernyataan ini mendapat respons positif, meskipun mahasiswa tetap menegaskan bahwa komitmen tersebut harus diiringi dengan keberpihakan nyata DPRD dalam fungsi pengawasan. Mereka menuntut dewan lebih peka terhadap kondisi masyarakat, serta menindak tegas anggota yang tidak aktif memperjuangkan aspirasi rakyat.

Aksi damai itu ditutup dengan penegasan mahasiswa bahwa mereka akan terus mengawal tuntutan, termasuk reformasi kinerja DPR dan kepolisian, serta memastikan kebijakan daerah tidak merugikan rakyat. Jika dalam 3×24 jam tidak ada tindak lanjut, mereka berjanji akan kembali dengan massa yang lebih besar.

Dialog yang terjadi antara mahasiswa dan Bupati Ciamis menjadi catatan penting bahwa aspirasi mahasiswa bukan sekadar orasi jalanan, tetapi dorongan moral agar kebijakan publik benar-benar berpihak pada rakyat.

(Yana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *