Ciamis Manis, Kami datang Tanpa Anarkis, Jungjung Tinggi Nilai Religiis dan Damai

Oplus_131072

Ciamis Manis, Kami datang Tanpa Anarkis, Jungjung Tinggi Nilai Religiis dan Damai

BuletinNews.id

Ciamis, — Unjuk Rasa Mahasiswa Ciamis, Meski aksi mahasiswa di depan DPRD Kabupaten Ciamis pada Senin (1/9/2025) sempat memanas, terdapat momen yang menunjukkan sikap damai mereka. Saat adzan Ashar berkumandang, seluruh mahasiswa kompak menghentikan orasi dan aksi dorong-dorongan dengan aparat.

Massa yang sejak siang memadati gerbang DPRD itu seketika hening, memberi ruang bagi panggilan ibadah.

Beberapa mahasiswa terlihat mengambil air wudhu di sekitar lokasi. Setelah adzan selesai, mereka kembali melanjutkan orasi dengan penuh semangat.

“Kami datang ke sini bukan untuk membuat kerusuhan. Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa adalah gerakan moral. Kami tetap menjunjung nilai-nilai religius dan damai,” kata salah satu orator.

Mahasiswa juga membacakan sumpah mahasiswa Indonesia, menegaskan komitmen mereka untuk memperjuangkan keadilan.

“Kami bersumpah bertanah air satu tanpa penindasan, berbangsa satu tanpa diskriminasi, dan berbahasa satu tanpa kebohongan,” teriak massa serentak.

Sikap damai itu kontras dengan penilaian sebagian pihak yang menuding mahasiswa cenderung anarkis. Aliansi Mahasiswa Ciamis menolak tudingan tersebut.

“Kami bukan anarko. Kami hanya ingin masuk ke gedung DPRD untuk melakukan sidang rakyat, bukan untuk merusak fasilitas umum,” tegas salah seorang koordinator aksi.

Namun, mahasiswa menyayangkan sikap aparat yang menutup rapat pintu gedung. Menurut mereka, hal itu justru memperkeruh suasana.

“Kalau pintu dibuka, narasi perjuangan kami akan sampai. Tapi dengan ditutup, suara mahasiswa terhalang,” tambah orator lainnya.

Meski situasi sempat tegang dengan adanya pembakaran ban, mahasiswa menegaskan api tersebut hanyalah simbol kekecewaan, bukan bentuk perusakan. Mereka menekankan, aksi tetap dalam koridor damai.

Hingga sore, mahasiswa masih bertahan di depan gedung DPRD, menyuarakan aspirasi dan menunggu respons dari wakil rakyat.

Mereka berharap aksi damai ini bisa membuka mata para pemangku kebijakan agar lebih terbuka mendengar suara masyarakat.

(Yana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *