Brimob Batalyon D Pelopor Turun Bantu Pencarian Anak Diduga Hanyut di Sungai Citanduy Ciamis

Brimob Batalyon D Pelopor Turun Bantu Pencarian Anak Diduga Hanyut di Sungai Citanduy Ciamis

Buletin News.id

CIAMIS ||[Personel SAR dari Kompi 4 Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat turut dikerahkan untuk membantu proses pencarian seorang anak yang diduga hanyut di aliran Sungai Citanduy, Kabupaten Ciamis. Keterlibatan Brimob dalam operasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap tim SAR gabungan dalam upaya kemanusiaan membantu masyarakat.

Pencarian dilakukan setelah seorang anak bernama Arkenan Joan Rahardi (5), warga Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, dilaporkan hilang pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelum dilaporkan hilang korban diduga bermain air di saluran drainase atau selokan yang berada di dekat rumahnya. Saluran tersebut terhubung dengan Sungai Ciluncat yang kemudian bermuara ke Sungai Citanduy. Saat hujan deras turun, debit air meningkat dan arus menjadi cukup kuat sehingga korban diduga terseret aliran air.

Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, S.E., M.M., memerintahkan pengerahan personel SAR Brimob untuk membantu proses pencarian di lapangan.

Sebanyak 10 personel Brimob diterjunkan dalam operasi pencarian yang dipimpin oleh Bripka Aditya Santika. Tim SAR Brimob bergabung dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Citanduy.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob menggunakan perahu karet serta perahu nelayan milik warga untuk menyusuri sejumlah titik di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran dari hulu hingga beberapa titik hilir yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Untuk mendukung operasi tersebut, tim SAR Brimob dilengkapi dengan berbagai peralatan keselamatan dan perlengkapan pencarian, di antaranya pelampung, ban penyelamat, helm SAR, serta tali penyelamatan guna menunjang keselamatan personel serta efektivitas proses pencarian.

Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, mengatakan bahwa keterlibatan personel Brimob dalam operasi tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Kami menerjunkan personel SAR Brimob untuk membantu proses pencarian bersama tim SAR gabungan. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat dalam situasi darurat,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat terus dilakukan agar proses pencarian berjalan optimal dan dapat menjangkau area yang lebih luas di sepanjang aliran sungai.

“Personel kami akan terus membantu proses pencarian hingga korban dapat ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat musim hujan karena debit air sungai dapat meningkat dan arus menjadi lebih deras,” tambahnya.

Selain personel Brimob, operasi pencarian juga melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, Satpol PP, unsur pemerintahan kelurahan linggasari, serta warga dan relawan setempat.

Proses pencarian telah dilakukan sejak hari pertama kejadian dan dilanjutkan pada Rabu (11/3/2026) dengan menyisir aliran Sungai Ciluncat di sekitar kawasan Perumahan Lembah Medina sebagai lokasi awal kejadian. Tim kemudian memperluas pencarian hingga ke aliran Sungai Citanduy, termasuk di sekitar Bendungan Leuwi Keris wilayah Bulak Laut, yang dikenal sebagai area pemancingan dan lokasi keramba ikan.

Memasuki hari ketiga pencarian pada Jumat (13/3/2026), personel SAR Brimob kembali diberangkatkan ke lokasi untuk melanjutkan operasi penyisiran bersama tim SAR gabungan dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran sungai.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Seluruh unsur yang terlibat berupaya melakukan pencarian secara maksimal dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Keterlibatan Brimob dalam operasi ini menjadi wujud komitmen Korps Brimob Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sebagaimana semangat yang diusung yaitu “Brimob untuk Nusa dan Bangsa.”

(Ape)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *