Refleksi Hardiknas 2026: KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep) Serukan ‘Partisipasi Semesta’ untuk Pendidikan Ciamis yang Beradab

Refleksi Hardiknas 2026: KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep) Serukan ‘Partisipasi Semesta’ untuk Pendidikan Ciamis yang Beradab

Buletin News.id
Ciamis || Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memproyeksikan arah pendidikan di Tatar Galuh Ciamis. Di tengah suasana syahdu Joglo Sono, Darussalam, Ciamis, tokoh ulama sekaligus tokoh pendidikan, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.BA, M.Ag, CWC, yang akrab disapa Ang Icep, memberikan pandangan mendalam mengenai tema Hardiknas tahun ini: “Menguatkan Partisipasi Semesta.”

Menurut Ang Icep, tema tersebut bukanlah sekadar jargon, melainkan sebuah panggilan suci bagi seluruh elemen masyarakat Ciamis untuk kembali peduli terhadap kualitas generasi penerus.
Pendidikan adalah Ibadah Kolektif
Ditemui di kediamannya, Joglo Sono, Ang Icep menekankan bahwa pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada institusi sekolah atau pemerintah. Baginya, pendidikan adalah tanggung jawab “semesta”—melibatkan keluarga, lingkungan sosial, ulama, hingga praktisi pendidikan itu sendiri.

“Pendidikan itu adalah ibadah kolektif. Ketika kita bicara ‘partisipasi semesta’, artinya tidak ada satu pun orang tua, guru, maupun anggota masyarakat yang boleh lepas tangan. Semuanya harus bergerak dalam satu irama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan beradab,” ujar Ang Icep dengan nada yang teduh namun tegas.

Sinergi Akhlak dan Kompetensi
Sebagai sosok yang juga berkecimpung dalam dunia pendidikan, Ang Icep menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemajuan akademik dan penguatan karakter. Ia melihat Ciamis memiliki potensi besar untuk menjadi model pendidikan yang memadukan nilai-nilai religius dengan daya saing global.

“Di era yang serba cepat ini, anak-anak kita memang dituntut untuk cerdas dan memiliki daya saing. Namun, kecerdasan tanpa dibarengi dengan akhlak yang mulia hanyalah akan melahirkan manusia yang kering. Harapan kita di Ciamis adalah lahirnya generasi yang kaffah—cerdas otaknya, lembut hatinya, dan kuat karakternya,” tambahnya.
Ajakan untuk “Rumawat” Pendidikan Ciamis

Lebih lanjut, Ang Icep mengajak masyarakat Ciamis untuk menjadikan momentum Hardiknas 2026 sebagai ajang introspeksi. Ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur budaya Sunda yang silih asah, silih asih, dan silih asuh dalam interaksi pendidikan sehari-hari.

“Mari kita rumawat (merawat) pendidikan di Ciamis ini dengan kesadaran bahwa apa yang kita tanam hari ini, akan dipetik buahnya oleh masa depan bangsa. Partisipasi semesta dimulai dari rumah, dari lingkup terkecil, hingga ke kebijakan-kebijakan yang lebih luas,” pungkasnya.

Pernyataan Ang Icep ini seolah menjadi pengingat bagi warga Ciamis bahwa pendidikan adalah investasi terbesar bagi peradaban. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan sentuhan nilai-nilai religius diharapkan menjadi kunci utama dalam membawa Ciamis menuju masa depan yang lebih baik, cerdas, dan bermartabat.

(Yana Kurniawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *