Gebrakan “Pasar Lembur” Tanpa Plastik, Siap Sulap Kawasan Wisata Jadi Episentrum Budaya Priangan Timur!
Bulerin News.id
TASIKMALAYA, || Sempat digoyang isu miring soal pungutan liar (pungli) oleh oknum penjaga jembatan yang disorot tajam tokoh publik KDM, kawasan wisata ikonik Jembatan Cirahong nyatanya menolak mati suri! Meski sempat dihantam badai media sosial yang bikin ketar-ketir, para pelancong lokal terpantau masih setia memadati jembatan penghubung eksotis ini.
Namun, para pedagang dan juru parkir ogah sekadar bertahan. Mereka menjerit, berharap Cirahong tidak hanya panen di akhir pekan, tapi bisa terus berdenyut saban hari demi menyambung napas ekonomi keluarga.
Mendengar jeritan hati warga, Forum Masyarakat Jaga Rumat (Formas Jarum) Cirahong langsung tancap gas! Ogah terus-terusan dicap negatif, mereka meluncurkan formula rahasia: Pasar Lembur Cirahong, sebuah proyek wisata edukasi berbasis budaya yang siap memutus stigma negatif menjadi ladang cuan kreatif warga lokal.

Transaksi Unik Pakai Duit Batok: Rp 10 Ribu Sudah Kenyang!
Formula ini bukan kaleng-kaleng. Bertempat di warung kopi Ceu Teti pinggir jembatan area Manonjaya, Ketua Formas Jarum Cirahong, Herdis, membocorkan konsep ciamik yang sedang digodoknya bersama pengurus.
“Kami memanfaatkan lahan tidur milik pengusaha sukses asal Kota Tasikmalaya, H. Indra, yang selama ini kurang terawat. Lewat kerja sama yang saling menguntungkan, lahan ini akan kita sulap total!” seru Herdis penuh semangat.
Konsep yang diusung dipastikan bakal bikin pengunjung bernostalgia sekaligus takjub:
*Anti-Plastik & Ramah Lingkungan: Lapak dagangan dibuat berbentuk saung bambu beratap hateup (rumbia/dahon) khas ladang huma Sunda kuno. Hebatnya, pasar ini diharamkan menggunakan kemasan plastik sekali pakai demi menjaga lingkungan bebas sampah anorganik.
*Duit Batok Kelapa: Lupakan uang kertas atau dompet digital! Transaksi di sini wajib menggunakan kepingan koin khusus dari batok tempurung kelapa. Pengunjung tinggal menukarkan uang di loket dengan harga Rp 2.500 per keping.
*Kuliner Murah Meriah: Cukup dengan modal 4 keping koin alias Rp 10.000 saja, pengunjung sudah bisa menikmati sepiring makanan dan minuman tradisional yang sehat dan higienis buatan UMKM lokal!
Formas Jarum Buka Pintu Kemitraan: Investor, Kapan Merapat?
Saat ini, pihak Formas Jarum sedang maraton mempersiapkan segalanya—mulai dari mematangkan kesepakatan hukum dengan pemilik lahan, berkoordinasi dengan dinas/instansi terkait Pemkab Tasikmalaya, hingga sosialisasi ke akar rumput.
“Bukan cuma merumat jembatan secara fisik, misi besar kami adalah menjadikan Cirahong sebagai benteng pertahanan seni, budaya, dan tradisi asli masyarakat Priangan Timur yang dikemas dalam bentuk Wisata Edukasi,” pungkas Herdis saat obrolan berlanjut di posko informasi Cirahong, Minggu (14/6/2026).
Kini, bola panas ada di tangan para pemangku kebijakan dan pemilik modal. Proyek sekeren ini tentu butuh sokongan sarana dan prasarana yang mapan. Jadi, investor dan sponsor, tunggu apa lagi? Mari merapat dan jadi bagian dari sejarah kebangkitan wisata Cirahong!
(Tim Tsk)





