Sempat Disorot soal Papan Informasi Anggaran, Pembangunan TPT SDN 3 Tanjungsukur Kini Diklarifikasi Kepala Sekolah

Sempat Disorot soal Papan Informasi Anggaran, Pembangunan TPT SDN 3 Tanjungsukur Kini Diklarifikasi Kepala Sekolah

Buletin News.id

CIAMIS ||  Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di SDN 3 Tanjungsukur sempat menjadi sorotan awak media setelah papan informasi proyek diketahui tidak mencantumkan nominal pagu anggaran. Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 3 Tanjungsukur, Tati Rohayati, memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan bahwa papan informasi proyek telah dicetak ulang untuk memperbaiki kekeliruan sebelumnya.

Dalam keterangannya pada Rabu (21/10), Tati mengakui bahwa terdapat kekeliruan dalam proses pencetakan papan informasi proyek. Menurutnya, pembuatan papan tersebut pada awalnya mengacu pada petunjuk dari dinas, tetapi dalam prosesnya terdapat informasi yang perlu diperbaiki.

“Memang pada awalnya ada kekeliruan dalam pencetakan papan proyek. Kami sudah melakukan cetak ulang sesuai petunjuk dari dinas,” jelas Tati.

Ia menegaskan, perbaikan papan informasi dilakukan sebagai upaya memenuhi keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan pembangunan, termasuk mencantumkan nilai anggaran yang sebelumnya menjadi perhatian.

Anggaran Rp47,5 Juta, Panjang TPT 13 Meter

Tati menjelaskan, pembangunan TPT tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp47.500.000. Adapun volume pekerjaan meliputi panjang sekitar 13 meter dengan ketinggian 3 meter serta lebar pondasi bagian bawah 80 sentimeter.

Menurutnya, spesifikasi pekerjaan disesuaikan dengan ketentuan teknis yang menjadi acuan pembangunan.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan komitmen pihak sekolah. Tati menyebut, pekerjaan tersebut direncanakan agar selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan ini secara swakelola. Kami tidak lepas dari komitmen sekolah. Alhamdulillah, semuanya kami rencanakan sesuai target. Sebelum kegiatan akreditasi pun, kami sudah menargetkan pekerjaan ini selesai sesuai rencana,” ungkapnya.

Terkait persoalan papan informasi, ia kembali menegaskan bahwa kekeliruan tersebut telah ditindaklanjuti melalui pencetakan ulang demi memperjelas informasi anggaran kepada masyarakat.

Ia juga membuka ruang komunikasi bagi pihak yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Kalau memang masih kurang puas dengan jawaban kami, bisa dijelaskan bersama komite sekolah,” ujarnya.

Warga Merasa Lebih Tenang Menjelang Musim Hujan

Di sisi lain, pembangunan TPT tersebut mendapat tanggapan positif dari warga yang tinggal di depan lingkungan sekolah. Pemilik rumah bernomor RUK 57 mengaku merasa lebih tenang setelah perbaikan TPT dilakukan, terutama menjelang datangnya musim hujan.

Menurut warga tersebut, kondisi sebelumnya menimbulkan kekhawatiran karena air dari lapangan sekolah berpotensi mengalir ke arah rumah ketika hujan turun.

“Alhamdulillah, sebelum musim hujan datang, TPT ini sudah diperbaiki. Kami tidak khawatir lagi dengan air dari lapangan sekolah. Dulu, sebelum diperbaiki, kami sangat khawatir, apalagi saat musim hujan karena takut air dari atas turun ke rumah,” tuturnya.

Bagi warga, keberadaan TPT bukan sekadar pembangunan fisik di lingkungan sekolah, melainkan juga bagian dari upaya mengurangi kekhawatiran terhadap aliran air yang berpotensi mengganggu permukiman di sekitarnya.

Transparansi Tetap Menjadi Hal Penting

Klarifikasi pihak sekolah mengenai papan informasi proyek menjadi bagian penting dari persoalan yang sebelumnya disorot. Pencantuman nilai anggaran dan informasi pekerjaan pada papan proyek merupakan unsur penting agar masyarakat dapat mengetahui informasi dasar pembangunan yang dilaksanakan di lingkungan publik.

Meski pihak sekolah menyatakan papan informasi telah dicetak ulang, keterbukaan tidak semestinya berhenti pada perbaikan papan semata. Informasi mengenai nilai anggaran, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta pelaksanaan kegiatan perlu disampaikan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan nilai anggaran Rp47,5 juta dan volume pekerjaan yang telah dijelaskan, masyarakat memiliki dasar untuk mengetahui gambaran pembangunan TPT tersebut. Adapun kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi dan ketentuan anggaran tetap menjadi aspek yang dapat dinilai melalui dokumen pekerjaan maupun pemeriksaan teknis apabila diperlukan.

Pada akhirnya, pembangunan yang baik bukan hanya dinilai dari hasil fisik yang dirasakan manfaatnya oleh warga, tetapi juga dari keterbukaan informasi, ketepatan pelaksanaan, serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Perbaikan papan informasi yang disampaikan pihak SDN 3 Tanjungsukur menjadi langkah awal untuk menjawab sorotan publik. Kejelasan informasi dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas pendidikan.

(Li2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *