Pohon Jengkol Tumbang Timpa Rumah Warga di Ciamis, Pemilik Pernah Gagal Pangkas karena Terjatuh
Buletin News.id
CIAMIS || Angin kencang yang tiba-tiba berembus menumbangkan pohon jengkol hingga menimpa atap rumah milik Ucen (56), warga Dusun Sirnamulya, RT 05 RW 03, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, sekitar pukul 13.45 WIB, Jum’at (23/10/2026).
Peristiwa tersebut nyaris berujung petaka. Saat pohon tumbang dan menghantam bagian atap rumah, Ucen sedang berada di dalam rumah untuk beristirahat. Beruntung, ia selamat tanpa mengalami luka. Sementara itu, orang tuanya sedang berada di luar rumah saat kejadian berlangsung.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menyebabkan kerusakan berat pada rumah korban. Kondisi ini menambah beban Ucen yang kini berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

Sudah Khawatir Pohon Lapuk, Upaya Pemangkasan Berakhir Kecelakaan
Di balik kejadian tersebut, tersimpan kekhawatiran yang telah dirasakan Ucen selama beberapa bulan terakhir. Ia mengaku sebelumnya sudah berupaya memangkas pohon jengkol yang berada di belakang rumahnya karena kondisinya dinilai sudah lapuk dan berpotensi membahayakan.
Namun, upaya itu justru berakhir dengan kecelakaan. Saat melakukan pemangkasan, Ucen terjatuh dari pohon hingga bagian atap rumahnya ikut tertimpa. Sejak kejadian tersebut, pohon itu tidak lagi dipangkas.
Kekhawatiran terhadap kondisi pohon yang semakin lapuk terus menghantui pikirannya. Namun, sebelum sempat dilakukan penanganan lebih lanjut, angin kencang datang dan pohon tersebut akhirnya tumbang menimpa rumahnya.
Ucen baru mengetahui kejadian itu setelah pulang berdagang. Setibanya di rumah dan melihat kondisi bangunan yang rusak, ia hanya bisa pasrah menghadapi musibah yang menimpanya.
Warga Bergerak Lakukan Evakuasi
Setelah kejadian diketahui, warga setempat langsung bergerak melakukan evakuasi dan membantu menangani pohon yang menimpa rumah korban.
Proses penanganan turut dibantu Babinsa Rajadesa, Srimulyono, bersama unsur pemerintahan Desa Sirnajaya. Kehadiran warga dan aparat setempat menjadi bentuk kepedulian dalam membantu korban menghadapi dampak kejadian tersebut.
Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar melegakan di tengah kerusakan yang dialami keluarga Ucen. Namun, kondisi rumah yang mengalami kerusakan berat tetap menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian.
Berharap Ada Bantuan Pemerintah
Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, Ucen berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk memperbaiki rumahnya agar kembali layak ditempati.
Kerusakan yang terjadi bukan sekadar persoalan bangunan. Rumah merupakan tempat berlindung bagi keluarga, sehingga kondisi yang rusak berat berpotensi menambah kesulitan bagi penghuninya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap pohon-pohon tua atau lapuk yang berada di sekitar permukiman, terutama ketika cuaca buruk dan angin kencang melanda.
Bagi Ucen, musibah tersebut telah meninggalkan kerusakan sekaligus kekhawatiran. Kini, harapannya sederhana: ada perhatian nyata agar rumahnya dapat kembali diperbaiki dan keluarganya bisa tinggal dengan aman.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan mengenai tindak lanjut bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah korban.
(Li2)





