Ang Icep Buka “Tutungkusan” Galuh: Tausyiah Budaya yang Menggugah Keluarga Besar Wawakil Kerajaan Galuh Ciamis :
Menyingkapi Nilai Luhur Peradaban Galuh dalam Konteks Kekinian
Buletin News.id
Ciamis || Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan ceramah atau tausyiah budaya yang disampaikan oleh Ang Icep di hadapan Keluarga Besar Wawakil Kerajaan Galuh Ciamis.
Acara ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya Ang Icep membuka “Tutungkusan” atau warisan nilai-nilai luhur leluhur Galuh secara mendalam.
Raden Rafiq Hakim Muhtar mengungkapkan rasa respek yang mendalam terhadap tausyiah budaya yang disampaikan. Menurutnya, pemaparan tersebut sangat mencerahkan dan membuka kembali lembaran sejarah serta filosofi hidup yang selama ini menjadi akar identitas masyarakat Tatar Pasundan dan Galuh.
Poin Penting Tausyiah Budaya Ang Icep
Dalam pemaparannya yang sarat makna, Ang Icep menyampaikan beberapa butir Nudbzah Tausyiah bagi para Wikalah (wawakil/keturunan) Kerajaan Galuh, di antaranya:
Mukadimah
Falsafah Galuh: Galuh bukan sekadar nama dalam lembaran sejarah Nusantara, melainkan sebuah falsafah hidup dan napas peradaban yang dibangun atas fondasi keluhuran budi (noblesse van karakter), kearifan lokal (lokale wijsheid), serta tauhid yang lurus (onwankelbaar monotheïsme).
Panggilan Sejarah: Di tengah zaman yang terus bergeser dan tantangan yang semakin kompleks, para wawakil keturunan Galuh diingatkan untuk tidak hanya berbangga pada silsilah masa lalu, melainkan kembali menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam konteks kekinian.

Semboyan dan Tatanan Hidup: Leluhur mewariskan tatanan hidup luhur melalui semboyan “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh” serta prinsip “Cageur, Bageur, Pinter, Bener, tur Singer Pangger”.
Menyelaraskan Budaya dan Syariat: Tanah Pasundan dan Galuh memiliki sejarah panjang di mana adat istiadat dan ajaran Islam berpadu secara harmonis (“Syarokah sareng Syari’at, lembur kuring urang-aping”). Oleh karena itu, budaya harus senantiasa menjadi wadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT.
Peran Strategis Wawakil: Sebagai para wawakil, tugas utama saat ini adalah menjadi pemersatu dan bukan pemecah belah, dengan merajut persatuan melalui kasih sayang (Silih Asih) serta menjaga kehormatan dengan ketulusan (Bener dan Bageur).
Melalui kegiatan ini, diharapkan Keluarga Besar Wawakil Kerajaan Galuh Ciamis dapat terus merawat tradisi akhlak Galuh, menjaga keharmonisan antara adat istiadat dan syariat Islam, serta konsisten menjadi teladan pemersatu di tengah masyarakat.
(Yana Kurniawan)





