Dapur SPPG Bangunsari 2 Terus Berinovasi, Pastikan Menu MBG Seimbang dan Variatif

Dapur SPPG Bangunsari 2 Terus Berinovasi, Pastikan Menu MBG Seimbang dan Variatif

Buletin News.id

CIAMIS || Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangunsari 2 yang berlokasi di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan menu harian yang bergizi seimbang bagi para siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemilik dapur SPPG Bangunsari 2, Mochammad Nizar Akbar, menegaskan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya mengutamakan cita rasa, tetapi juga harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Menurutnya, kualitas dan kandungan nutrisi menjadi prioritas utama dalam setiap menu yang diproduksi.

“Menu harian sudah diatur sejak sepekan sebelumnya agar bahan yang dipakai selalu segar,” ujar Nizar, Senin (12/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG Bangunsari 2 berada di bawah pengawasan langsung tenaga ahli gizi. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan gizi siswa penerima manfaat.

Selain menjaga nilai gizi, Nizar juga selalu mengingatkan para petugas dapur untuk menyajikan menu yang berbeda setiap hari. Hal ini dilakukan agar siswa tidak merasa bosan dan tetap menikmati makanan yang diberikan.

“Setiap hari kami berupaya menyajikan menu yang variatif sesuai dengan permintaan terbanyak dari penerima manfaat. Dengan kombinasi lauk-pauk yang menarik, anak-anak jadi lebih lahap menyantap makanan,” tuturnya.

Nizar menambahkan, pihaknya juga membuka ruang masukan terkait selera siswa. Namun demikian, setiap permintaan tetap disesuaikan dengan angka kecukupan gizi yang telah ditentukan.

“Agar anak-anak tidak bosan dengan menu yang kami sajikan, kami ingin mengetahui selera mereka. Keinginannya seperti apa, seleranya seperti apa, kami berusaha memenuhinya melalui permintaan tersebut dengan tetap mementingkan angka kecukupan gizi,” jelasnya.

Dalam hal kualitas, pengawasan dilakukan secara ketat sejak pemilihan bahan baku. Nizar memastikan ayam dan bahan protein lainnya hanya berasal dari peternakan serta rumah potong yang bersertifikat halal. Setiap bahan yang masuk ke dapur diperiksa kembali sebelum diolah dan disalurkan kepada penerima manfaat.

“Jika ada keluhan soal kualitas, kami langsung ganti dengan yang baru. Kami selalu mengacu pada standar gizi dan petunjuk teknis resmi dari pemerintah. Bahkan, setiap hari kami lakukan evaluasi agar pelayanan tetap terjaga,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Nizar berharap masyarakat, khususnya para siswa, dapat memahami bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya soal rasa dan selera, tetapi juga menyangkut tanggung jawab besar dalam memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

(Hermansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *