FKUB Ciamis Gandeng Insan Pers, Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Tatar Galuh

FKUB Ciamis Gandeng Insan Pers, Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Tatar Galuh

Buletin News.id

CIAMIS ||  Kerukunan umat beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis menggandeng insan pers untuk memperkuat sinergi dalam merawat keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sarasehan atau Focus Group Discussion (FGD) bersama insan pers bertajuk “Jurnalisme Damai, Tatar Galuh Harmonis”, dengan tema “Menguatkan Sinergi FKUB dan Insan Pers dalam Merawat Kerukunan Umat Beragama untuk Pembangunan Berkelanjutan di Tatar Galuh”.

Kegiatan berlangsung di Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes, Kabupaten Ciamis, Rabu (4/11/2026), diikuti Ketua FKUB Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., jajaran FKUB, serta sejumlah jurnalis dan insan pers dari berbagai media.

Ketua FKUB Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi, M.Ag., menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama. Media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun kesadaran masyarakat, memperkuat toleransi, serta menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.

Menurutnya, pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan menyejukkan dapat membentuk opini publik yang positif sekaligus mencegah berkembangnya persoalan sosial yang berlatar belakang identitas maupun agama.

“Baik tidaknya situasi dan keadaan juga sangat didorong oleh bagaimana pers merumuskan masa depan.
Berbagai perubahan yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari peran dan kontribusi teman-teman pers,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sumadi juga memaparkan capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kabupaten Ciamis Tahun 2025 yang mencapai 83,5 persen.
Angka tersebut melampaui target sebesar 74,3 persen dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 77,89 persen.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Ciamis secara nyata memiliki kehidupan yang rukun. Hasil survei ini merupakan gambaran kondisi di lapangan berdasarkan penelitian ilmiah, bukan hasil rekayasa,” ungkapnya.

Melalui sarasehan tersebut, FKUB dan insan pers juga membahas pentingnya kolaborasi dalam mencegah konflik sosial berlatar belakang identitas dan agama. Media diharapkan lebih mengedepankan prinsip jurnalisme damai dengan menghindari penyebaran informasi provokatif, berita bohong, isu SARA, serta ujaran kebencian.

Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyosialisasikan pelaksanaan Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2026 yang mulai dilaksanakan pada 5 November 2026. Survei tersebut menjadi instrumen untuk mengukur kondisi kerukunan sekaligus bahan evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan.

Sinergi FKUB dan insan pers diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sarasehan, tetapi terus berlanjut melalui pemberitaan yang bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, pers dapat menjadi jembatan komunikasi antarkelompok masyarakat, memperkuat toleransi, serta menjaga Ciamis tetap aman, damai, dan harmonis dalam keberagaman sebagai modal penting pembangunan berkelanjutan di Tatar Galuh.

(Iday)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *