Permintaan Kerajinan Pandan Rajadesa Meningkat, 80 Home Industry Mulai Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

Permintaan Kerajinan Pandan Rajadesa Meningkat, 80 Home Industry Mulai Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

Buletin News.id

CIAMIS || Kerajinan berbahan dasar pandan di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, mulai menunjukkan perkembangan positif. Permintaan pasar yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi para perajin untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Sejak 2023, tercatat sekitar 80 home industry (industri rumahan) kerajinan pandan telah berkembang di wilayah Kecamatan Rajadesa. Potensi tersebut kini mendapat perhatian melalui pendampingan yang dilakukan Dokter Dui selaku penyelia wilayah Priangan.

Salah satu tokoh yang turut mendorong pengembangan kerajinan tersebut, H. Jamaludin, mengatakan bahwa kerajinan pandan Rajadesa memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Bahkan, produk kerajinan dari wilayah tersebut pernah meraih prestasi di tingkat Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, saat ini kerajinan pandan mulai mendapatkan respons positif dari pasar. Sejumlah produk seperti tas, kesing HP, samak, hingga sajadah mulai diminati dan menerima pesanan.

“Permintaan kerajinan berbahan pandan saat ini mulai meningkat. Ini menjadi peluang bagi para perajin untuk meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran,” ungkap H. Jamaludin.

Ia menambahkan, pengembangan home industry tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan standar produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sertifikat Halal Jadi Perhatian

Selain pengembangan pemasaran, pendampingan terhadap para perajin juga diarahkan pada pengurusan sertifikat halal.

Meski produk yang dihasilkan merupakan kerajinan tangan, aspek sertifikasi tetap dinilai penting. Pasalnya, dalam proses produksi terdapat penggunaan bahan tambahan, termasuk pewarna dan material lainnya yang perlu dipastikan kejelasan status kehalalannya.

Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama untuk produk samak dan sajadah yang digunakan oleh masyarakat, termasuk untuk keperluan ibadah.

Menurut H. Jamaludin, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan kepastian, meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus memperkuat daya saing produk kerajinan pandan Rajadesa.

Dorong Budidaya Pandan dan Teknologi Pertanian

Ke depan, pengembangan kerajinan pandan di Rajadesa tidak hanya difokuskan pada produksi dan pemasaran. Salah satu target utama yang tengah didorong adalah pengembangan budidaya tanaman pandan di wilayah setempat.

Dengan demikian, ketersediaan bahan baku dapat dipersiapkan sejak proses penanaman hingga menjadi produk kerajinan siap jual.

Untuk mendukung langkah tersebut, pengembangan kerajinan pandan ini juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Galuh (Unigal). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu membuka akses pemasaran sekaligus memberikan pendampingan dalam penerapan teknologi penanaman pandan.

Teknologi pertanian diharapkan mampu mempercepat proses budidaya dibandingkan metode penanaman secara manual, sehingga kebutuhan bahan baku bagi para perajin dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan.

H. Jamaludin menilai, pengembangan industri kerajinan berbahan pandan merupakan bagian dari upaya menyesuaikan potensi ekonomi lokal dengan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi masa kini.

Ia berharap, program pendampingan terhadap sekitar 80 home industry di Kecamatan Rajadesa dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Dengan dukungan pendampingan, sertifikasi, penguatan bahan baku, serta pemasaran yang lebih luas, kerajinan pandan Rajadesa diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih besar dan meningkatkan kesejahteraan para perajin.

(li2/Tn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *