Hajat Bumi Linggamukti, Tradisi Syukur yang Pererat Kebersamaan Warga

Hajat Bumi Linggamukti, Tradisi Syukur yang Pererat Kebersamaan Warga

Buletin News.id

PURWAKARTA — Tradisi Hajat Lembur masih terus dilestarikan oleh masyarakat Jawa Barat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen dan keberkahan hidup. Tradisi adat yang sarat nilai budaya ini biasanya diisi dengan doa bersama serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Di tengah perkembangan zaman, Hajat Lembur tetap dijaga keberadaannya. Generasi muda pun terus diajak mengenal serta memahami makna yang terkandung dalam tradisi tersebut. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya Sunda, Hajat Lembur juga menjadi daya tarik wisata budaya bagi masyarakat luar daerah.

Salah satu tradisi Hajat Lembur yang masih rutin digelar terdapat di Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Melalui perayaan Hajat Bumi dan Milangkala Desa, masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta rasa syukur atas perjalanan dan keberkahan desa.

Suasana Hajat Bumi Milangkala Desa Linggamukti terasa begitu istimewa. Aroma harum sesaji dan hidangan khas daerah memenuhi udara, sementara riuh percakapan dan gelak tawa warga mencerminkan keakraban yang telah terjalin erat di tengah masyarakat.

Di balik kemeriahan acara, tersimpan pesan mendalam tentang sejarah dan perjuangan para leluhur dalam membangun desa. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menegaskan pentingnya Hajat Bumi sebagai pengingat akan sejarah berdirinya desa dan perjuangan para tokoh terdahulu.

Om Zein juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan tradisi tersebut dan mendorong agar lebih banyak desa di Purwakarta menyelenggarakan kegiatan serupa.

“Bayangan cangkul yang membelah tanah, keringat yang membasahi dahi, dan semangat juang yang membara tergambar jelas dalam setiap cerita yang terlontar,” kata Om Zein, Rabu (20/5).

Menurutnya, Hajat Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan manifestasi rasa syukur atas keberlangsungan desa serta warisan nilai-nilai luhur yang terus dijaga secara turun-temurun.

“Hajat Bumi menjadi perekat yang menghimpun seluruh elemen masyarakat, menyatukan mereka dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Linggamukti, Toto Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi yang diperoleh.

Dalam prosesi pelaksanaannya, warga membawa dongdang berisi berbagai hasil bumi. Dongdang tersebut kemudian diarak mengelilingi jalan desa dan disaksikan masyarakat sebagai simbol kebersamaan serta upaya melestarikan budaya lokal.

Tak hanya itu, rangkaian perayaan Milangkala Desa Linggamukti ke-45 juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat pada malam hari. Ribuan warga memadati Lapangan Linggajati untuk menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian tradisional yang disuguhkan panitia.

Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap nilai-nilai budaya, gotong royong, dan silaturahmi antarwarga dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

(DR/St)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *