Hujan Deras Sebabkan Longsor di Jalur Rel Manonjaya, Kereta Diperlambat Demi Keamanan

Oplus_131072

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Jalur Rel Manonjaya, Kereta Diperlambat Demi Keamanan

Buletin News.id

TASIKMALAYA ||  Musim penghujan yang kini melanda wilayah Tasikmalaya kembali menimbulkan bencana tanah longsor. Hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (8/11/2025) menyebabkan tebing di sekitar area Lapangan Dengdek, Kampung Cikadu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, longsor dan mengancam jalur rel kereta api.

Dari pantauan warga, longsoran tanah terjadi tak jauh dari jalur aktif kereta lintas selatan. Akibat kondisi tersebut, kereta yang melintas terpaksa memperlambat laju demi menjaga keselamatan penumpang dan menghindari potensi kecelakaan.

Ketua RT setempat, Wawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kereta yang lewat sore hari melambat karena ada longsor di tebing jalur rel. Saya sempat melihat dan mengabadikan lewat media sosial. Hujannya gede banget tadi siang,” ungkapnya.

Kereta melambat

Wawan menambahkan, meskipun belum melihat secara langsung kondisi detail longsoran, warga sekitar tetap berjaga-jaga khawatir terjadi longsor susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.

Warga lainnya juga melaporkan bahwa hujan deras kali ini tak hanya menyebabkan longsor di area Lapangan Dengdek, tetapi juga menimbulkan pergeseran tanah di sekitar Jembatan Cirahong — salah satu jalur penting penghubung antara Tasikmalaya dan Ciamis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya korban jiwa maupun gangguan operasional serius di jalur kereta api. Namun, petugas dari pihak perkeretaapian dan BPBD Kabupaten Tasikmalaya dikabarkan sudah meninjau lokasi untuk memastikan kondisi rel tetap aman dilalui.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana di musim penghujan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar tebing atau bantaran sungai yang rawan longsor.

Musim hujan belum menunjukkan tanda-tanda reda, dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghindari risiko bencana yang lebih besar.

(Asjen)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *