Ketidakpastian Tol Getaci Dinilai Hambat Investasi dan Aksesibilitas Tasikmalaya
Buletin News.id
Tasikmalaya ||Wakil Wali Kota Tasikmalaya, , menyoroti belum adanya kepastian terkait pembangunan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci). Ia menyebut informasi yang beredar masih simpang siur, mulai dari kabar proyek dibatalkan hingga hanya mengalami penundaan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada menurunnya minat investor untuk masuk ke wilayah Tasikmalaya.
“Informasinya belum jelas, ada yang menyebut gagal, ada juga yang bilang mundur. Akibatnya, para calon investor memilih menepi,” ujar Diky.
Ia juga menyayangkan belum adanya pembahasan serius lintas pemerintah dalam menyikapi persoalan ini. Menurutnya, baik pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kejelasan arah kebijakan dari pemerintah pusat terkait kelanjutan proyek strategis tersebut.
Diky menambahkan, keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya. Akses yang dinilai masih relatif sulit membuat sejumlah peluang investasi dan kegiatan ekonomi terhambat.
Salah satu contoh konkret adalah batalnya rumah produksi yang semula berencana menjadikan Tasikmalaya sebagai lokasi syuting film. Faktor akses jalan, ketersediaan bandara, serta konektivitas kereta api menjadi pertimbangan utama yang akhirnya membuat mereka memilih daerah lain.
“Bukan hanya itu, sejumlah publik figur dan pelaku industri hiburan juga banyak mengeluhkan hal yang sama. Akses menuju Tasikmalaya masih menjadi kendala besar,” tambahnya.
Menurut Diky, peningkatan infrastruktur transportasi merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan kota. Ia menilai Tasikmalaya memiliki potensi besar di berbagai sektor, namun tanpa dukungan akses yang memadai, daya tarik daerah akan sulit berkembang optimal.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, , mengungkapkan bahwa pembangunan Tol Getaci belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat akibat keterbatasan anggaran. Meski demikian, proyek tersebut tetap masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur nasional yang akan mulai digarap pada 2026 bersama sejumlah proyek tol lainnya.
Ia menyebutkan bahwa beberapa proyek seperti Tol Gedebage–Tasikmalaya serta ruas Sentul Selatan–Karawang Barat memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan lebih cepat.
Untuk Tol Getaci sendiri, pemerintah merencanakan pembangunan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup ruas Gedebage–Tasikmalaya sepanjang 92,52 kilometer, sedangkan tahap kedua menghubungkan Tasikmalaya hingga Cilacap sepanjang 111,13 kilometer.
Pemerintah menargetkan tahap awal pembangunan dapat dimulai pada 2026 dan keseluruhan ruas tol dapat beroperasi penuh pada 2029.
Ketidakpastian yang masih menyelimuti proyek ini diharapkan segera mendapatkan kejelasan, mengingat perannya yang dinilai strategis dalam membuka akses, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
(Ma2n)





