Media Mampu Temukan platform Digital dan Pers Secara Sehat.
TASIKAMALAYA || Media Preneur Talk Episode 6 kembali hadir dengan tema yang relevan bagi masa depan dunia media: “Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan.” Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang dikenal memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidangnya, yakni Agus Sulistiyo (CEO Promesia), Suprapto Sastro Atmojo, dan Ilona Juwita. acara ini berlangsung di Santika Hotel Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Kamis (6/11/2025).
Ketiganya mengupas tantangan dan peluang jurnalisme di tengah perubahan lanskap digital yang begitu cepat.
Dalam pemaparannya, Agus Sulistiyo menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam bisnis media. Ia menjelaskan bahwa industri media perlu memikirkan bukan hanya bagaimana bertahan, tetapi juga bagaimana terus relevan di tengah perubahan perilaku audiens dan teknologi.

“Bisnisnya berkelanjutan atau tidak? Ini yang harus dijawab oleh setiap pelaku media,” ujar Agus. Ia menuturkan, dirinya telah berkeliling ke enam kampus dan menemukan fakta menarik: dari sekitar 200 mahasiswa, hanya 5 hingga 6 orang yang berminat menjadi wartawan.
Menurut Agus, minat anak muda terhadap profesi jurnalis memang menurun, namun bukan berarti generasi muda kehilangan potensi. “Anak muda sekarang ahli membuat konten, hanya mediumnya saja yang berbeda. Tantangannya adalah bagaimana media bisa menjadi wadah yang menarik bagi mereka,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa peluang di dunia media masih terbuka lebar, termasuk di sektor periklanan yang potensinya bisa terus meningkat bila dikelola dengan strategi yang tepat.
Sementara itu, Suprapto Sastro Atmojo menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh jika dijalankan dengan nilai-nilai kejujuran dan integritas. Ia menyebut prinsip “Bejos: sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap media.
“Media perlu mampu mempertemukan platform digital dan pers secara sehat. Bagaimana kita memanfaatkan fitur-fitur di media digital agar benar-benar bisa dimaksimalkan untuk mendukung keberlanjutan,” ungkap Suprapto.
Adapun Ilona Juwita menyoroti peran penting literasi digital dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam mempertahankan eksistensi media. Ia menekankan bahwa keberlanjutan media tak hanya bergantung pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem yang kolaboratif dan responsif terhadap perubahan zaman.
Diskusi hangat dalam Media Preneur Talk Episode 6 ini menjadi refleksi bersama bahwa jurnalisme yang berkualitas tidak bisa lepas dari inovasi, integritas, dan keberlanjutan. Di era digital yang penuh dinamika, media dituntut untuk tidak hanya informatif, tetapi juga adaptif dan inspiratif dalam menyuarakan kebenaran dan kepentingan publik.
(Asjen)





