Mieling Ngadegna Sasak Cirahong: Menghidupkan Spirit Sejarah dan Ekonomi Tatar Galuh

Mieling Ngadegna Sasak Cirahong: Menghidupkan Spirit Sejarah dan Ekonomi Tatar Galuh

 Buletin News.id

CIAMIS II Semangat merawat jejak sejarah kembali menguat dalam kegiatan Mieling Ngadegna Sasak Cirahong yang digelar pada Sabtu, (25/04/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini diinisiasi oleh Persatuan Pesantren Ortodok (PPO) Galuh sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu ikon bersejarah di Kabupaten Ciamis.

Ketua PPO Galuh, Ahmad Musyafa atau yang akrab disapa Haji Duleh, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya menghidupkan kembali kesadaran kolektif masyarakat terhadap akar sejarahnya.

“Sejarah itu bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk dijaga dan diteruskan. Kalau kita kehilangan niat baik dan kebersamaan, maka warisan ini hanya akan jadi cerita tanpa makna,” ujar Haji Duleh dalam sambutannya.

Jejak Warisan Rd. Adipati Koesoema Diningrat

Hadir dalam acara tersebut, para tokoh keturunan Bupati Galuh, Rd. Adipati Koesoema Diningrat, di antaranya Adhi Gracita dan Ibu Tati Igo Koesemasobrata. Mereka mengingatkan kembali bahwa pembangunan jalur transportasi di masa lalu, termasuk Sasak Cirahong, merupakan gagasan visioner dari Kanjeng Prebu (Rd. Adipati Koesoema Diningrat) untuk memacu roda perekonomian di Nagari Tatar Galuh Ciamis.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Ciamis menekankan pentingnya menjaga marwah Cirahong sebagai simbol kemajuan peradaban Ciamis pada masanya.

Dukungan Terhadap WBTB

Pemerintah Kabupaten Ciamis turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Kepala Dinas Pariwisata, Heryan Rusyandi, bersama Sekretaris Dinas Budpora, Hendri Ridwansyah, hadir langsung menyaksikan jalannya prosesi.

Dalam komentarnya, pihak dinas terkait mendorong agar nilai-nilai budaya dan sejarah yang melekat pada Sasak Cirahong terus diperkuat, terutama dalam upaya pengusulan dan pelestarian sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Hal ini dinilai penting agar proteksi terhadap nilai historisnya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Adzan Tujuh Muadzin dan Spirit “Jas Merah”

Suasana spiritual terasa kental dengan kumandang Adzan Tujuh Muadzin dan lantunan Sholawat yang menyatukan spirit para peserta yang hadir. Di sela-sela kegiatan, penggiat budaya sekaligus putra pribumi Nagari Tatar Galuh Ciamis, Suryana Hidayat atau yang akrab disapa Abah Yana, memberikan pesan mendalam mengenai jati diri.

Jangan melupakan sejarah ini

“Kita jangan sampai melupakan sejarah, karena di mana ada sejarah, di situlah kita tahu asal kita dari mana. Cirahong adalah bukti nyata bahwa leluhur kita memiliki semangat juang dan pemikiran yang besar,” pungkas Abah Yana.

Kegiatan Mieling Ngadegna Sasak Cirahong ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menyatukan elemen masyarakat, ulama, dan pemerintah dalam menjaga warisan leluhur demi masa depan Ciamis yang lebih bermartabat.

(Yana K)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *