Pamarican di Guyur Hujan, Debit Air Citalahab Naik dan Tanggul Jebol Belum Diperbaiki, Menyebabkan Banjir 

Oplus_131072

Pamarican di Guyur Hujan, Debit Air Citalahab Naik dan Tanggul Jebol Belum Diperbaiki, Menyebabkan Banjir 

Buletin News id

CIAMIS || Kekuwatiran dan Ketegangan menyelimuti wilayah Kecamatan Pamarican Hujan yang sangat deras tak kunjung reda memicu situasi darurat setelah Tanggul Sungai Citalahab kembali jebol dan menyebabkan air sungai Citalahab mulai merangsek masuk ke pemukiman warga.” Pada Senin (16/02/2026) sore

​Situasi di Desa Sukahurip terpantau sangat kritis. Berdasarkan laporan langsung anggota Polsek Pamarican, Setiawan, yang tengah melakukan peninjauan di Dusun Kertajaya, ditemukan adanya kerusakan tanggul tambahan.

Setelah sebelumnya sisi Timur jebol, kini sisi Barat pun ikut pecah akibat tak kuat menahan hantaman debit air.

​”Masih sambungan dari lokasi yang tadi di sebelah Timur, ini di sebelah Barat ada jebol kembali,” lapor petugas Polsek Pamarican dari lokasi kejadian.

Sungai Citalahab yang jebol sehingga air membanjiri perkampungan 

Mengingat curah hujan di wilayah Barat dilaporkan masih sangat tinggi, petugas meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tetap bersiaga penuh.

​Dampak dari jebolnya tanggul ini pun segera dirasakan oleh warga di hilir.

” Anggota Tagana Ciamis, Baehaki Efendi, melaporkan bahwa luapan air kini telah memasuki zona pemukiman warga di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari dan Dusun Sambungjaya Desa Sukahurip.

Kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan:

Rumah Terendam Debit air yang meningkat drastis menyebabkan air mulai merendam rumah-rumah warga.

Evakuasi Mandiri: Warga diinstruksikan untuk segera meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kebutuhan Mendesak: Tim Tagana mendesak para relawan untuk segera menyiagakan perahu karet guna mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.

”Air terus masuk ke area pemukiman. Mohon relawan segera siagakan perahu, dikhawatirkan ada warga yang harus dievakuasi,” tegas Baehaki saat melaporkan situasi dari tengah genangan air.

Hingga saat ini, koordinasi antara pihak kepolisian, Tagana, dan relawan setempat masih berlangsung ketat guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Masyarakat di sepanjang jalur aliran Sungai Citalahab dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan di karenakan hujan masih sangat deras.

(Hermansyah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *