Pascabanjir, Warga Arahan Berbondong-bondong Tangkap Ikan di Sawah, Petani Tambak Merugi Jelang Imlek
INDRAMAYU II Pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, ratusan warga bersama anak-anak memanfaatkan melimpahnya ikan yang terbawa arus hingga ke area persawahan. Fenomena ini terjadi di hampir seluruh desa, salah satunya Desa Cidempet, Senin (2/2/2026).
Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat tampak berbondong-bondong mendatangi lahan sawah di sekitar permukiman mereka untuk menangkap ikan yang lepas dari tambak akibat jebolnya tanggul saat banjir.
Salah seorang warga Blok Gudang Orea, Mukminin, mengatakan sejak Minggu (1/2/2026) aktivitas warga dan anak-anak menangkap ikan semakin ramai.
“Dari hari Minggu sudah ramai, anak-anak dan warga menangkap ikan di sawah. Ikannya banyak sekali karena banyak petani tambak kehilangan ikan setelah banjir,” ujar Mukminin kepada media.
Ia menjelaskan, ikan-ikan tersebut berasal dari tambak yang berada di sepanjang wilayah Kecamatan Arahan, yang sebelumnya dibudidayakan selama sekitar empat bulan. Banyaknya ikan membuat warga dengan mudah memperoleh hasil tangkapan.
“Kalau pakai pancing saja bisa dapat sekitar lima kilogram. Kalau pakai jaring pulat, hasilnya bisa sampai kintalan,” tambahnya.
Namun di balik antusiasme warga, kondisi ini justru membawa duka bagi para petani tambak. Tokoh masyarakat Desa Pranggong, Wasroni — yang juga mantan Sekretaris Desa — mengungkapkan banyak petani tambak di Blok Weringin mengalami kerugian besar.
“Banyak petani tambak menangis karena ikan bandeng yang disiapkan untuk dijual saat perayaan Imlek kabur semua. Air meluap dan melampaui tanggul tambak,” kata Wasroni.
Salah seorang petani tambak setempat mengaku kini hanya bisa pasrah menunggu keadaan. Ia berharap masih ada sebagian ikan yang tersisa agar kerugian tidak semakin besar.
“Kami tinggal menunggu nasib saja. Mudah-mudahan masih ada ikan yang tersisa agar tidak terlalu banyak kerugian,” ujarnya.
Warga dan tokoh masyarakat pun mendesak agar dinas terkait segera turun tangan meninjau kondisi tambak yang terdampak banjir, khususnya di Blok Weringin, Desa Sukadadi, Kecamatan Arahan.
“Kami berharap dinas terkait segera turun langsung ke lokasi tambak yang terdampak banjir,” tegas Wasroni.
Peristiwa ini menjadi gambaran kontras antara kegembiraan warga yang memperoleh ikan melimpah dan kesedihan petani tambak yang harus menanggung kerugian besar menjelang momen ekonomi penting di perayaan Imlek
(Ambon)





