Rekonstruksi Jalan dan Penataan Jembatan Cirahong Dimulai, Pemprov Jabar Perkuat Konektivitas Tasikmalaya–Ciamis
Buletin News.id
TASIKMALAYA – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) resmi memulai Paket Pekerjaan Sub Kegiatan Rekonstruksi Jalan Tahun Anggaran 2026 yang difokuskan pada penataan infrastruktur jalan dan kawasan Jembatan Cirahong, jalur strategis penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan terbitnya surat pemberitahuan resmi bernomor 687/TU.04/PPK.Rekon yang dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V di Ciamis.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah. Jalur Cirahong selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, mobilitas masyarakat, hingga sektor pariwisata di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.
Fokus Penataan Kawasan Strategis
Pekerjaan rekonstruksi akan dilaksanakan di kawasan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis. Wilayah yang masuk dalam area pekerjaan meliputi Desa Margaluyu dan Desa Cilangkap di Kabupaten Tasikmalaya, serta Desa Panyingkiran dan Desa Pawindan di Kabupaten Ciamis.
Penataan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur tanpa menghilangkan nilai historis Jembatan Cirahong yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon penghubung dua kabupaten.
Dengan kondisi jalan dan jembatan yang lebih baik, waktu tempuh masyarakat diproyeksikan menjadi lebih singkat, biaya transportasi dapat ditekan, serta keselamatan pengguna jalan semakin meningkat.

Libatkan Forkopimcam dan Masyarakat
Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan aman dan kondusif, DBMPR Jawa Barat menggandeng unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari Kabupaten Tasikmalaya maupun Kabupaten Ciamis.
Sinergi tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, Koramil, Polsek, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan pekerjaan dan pengaturan lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.
Sundawani Siap Kawal Pelaksanaan Proyek
Dukungan terhadap proyek strategis ini juga datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Sundawani Indonesia Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua DPD Paguyuban Sundawani Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, Taufik Hidayat, menyatakan organisasinya mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Melalui divisi investigasinya, Sundawani siap berperan sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas lingkungan sekaligus melakukan monitoring independen agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mendukung penuh pembangunan ini dan siap ikut mengawal agar pelaksanaannya berjalan tertib, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Taufik Hidayat yang akrab disapa Ariodamar.
Diharapkan Selesai Tepat Waktu
Penyedia jasa konstruksi, PT Jaya Sakti Alam Mandiri, diharapkan dapat melaksanakan pekerjaan secara profesional dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan standar keselamatan kerja.
Selain itu, koordinasi intensif dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta instansi utilitas seperti PLN, Telkom, dan PDAM dinilai penting untuk meminimalkan dampak teknis selama proses rekonstruksi berlangsung.
Masyarakat di sekitar kawasan Manonjaya dan Ciamis juga diimbau untuk mendukung pelaksanaan pembangunan serta mengikuti pengaturan lalu lintas apabila terjadi pengalihan arus sementara di sekitar lokasi pekerjaan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyedia jasa konstruksi, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat, proyek penataan infrastruktur Jalan dan Jembatan Cirahong diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan daya saing wilayah Tasikmalaya dan Ciamis di masa mendatang.
(Ki PR)





