Relawan Jembatan Disorot Usai Isu Pungli Viral di Publik
Buletin News.id
Tasikmalaya–Ciamis || Perbincangan publik terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan tengah menjadi sorotan. Isu ini mencuat setelah beredarnya informasi di media sosial mengenai aktivitas sejumlah relawan yang selama ini berjaga di gerbang jembatan dan menerima uang dari pengendara.
Sejumlah pengguna jalan mengaku merasakan perubahan situasi sejak relawan tidak lagi terlihat berjaga. Jajang, seorang pengendara yang kerap melintas dari Ciamis menuju Tasikmalaya, mengungkapkan kekhawatirannya.

“Saya sering lewat dari Ciamis ke Tasikmalaya, dan sekarang merasa kaget karena tidak ada pengaturan. Biasanya antre dan ada yang mengatur. Sekarang jadi takut bergesekan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujarnya, Manonjaya Tasikmalaya, Senin (6/05/2026).
Menurut warga sekitar, keberadaan relawan di jembatan tersebut bukan hal baru. Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa aktivitas tersebut telah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun tanpa keluhan berarti dari masyarakat.

“Relawan tidak pernah memaksa. Dikasih syukur, tidak juga tidak apa-apa. Uang itu biasanya digunakan untuk perbaikan jembatan ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, tudingan pungli yang kini berkembang dinilai menyakitkan bagi para relawan yang selama ini bekerja secara sukarela. Selain membantu mengatur arus lalu lintas di jembatan sempit tersebut, relawan juga disebut berperan dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama saat kondisi hujan yang membuat permukaan jembatan licin.

“Kalau tidak ada relawan, siapa yang menjaga kondusivitas lalu lintas? Mereka juga membantu saat ada pengendara yang kesulitan,” tambahnya.
Beberapa pengendara lain juga mengakui peran penting relawan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar jembatan. Mereka berharap ada pemahaman yang lebih menyeluruh sebelum memberikan penilaian terhadap aktivitas tersebut.
Di sisi lain, kondisi lalu lintas di saat ini dilaporkan menjadi lebih semrawut tanpa adanya pengaturan. Pengendara dari dua arah kerap saling berebut jalur, meningkatkan risiko kecelakaan.
Meski pemerintah telah memberikan bantuan berupa perbaikan jalan dan penerangan di area jembatan, sejumlah lampu dilaporkan mulai mengalami kerusakan. Pada malam hari, kondisi menjadi lebih gelap, terutama di luar area utama jembatan.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, terutama di malam hari atau saat cuaca buruk. Mereka juga berharap ada solusi yang dapat mengakomodasi peran relawan sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait isu pungutan yang kini ramai diperbincangkan.
(Asjen)





