Satpol PP Indramayu Tertibkan Shelter Terbengkalai, Upaya Pulihkan Wajah Kota dan Ekonomi Karanganyar

Polisi pamong praja saat menertibkan

Satpol PP Indramayu Tertibkan Shelter Terbengkalai, Upaya Pulihkan Wajah Kota dan Ekonomi Karanganyar

 

 

 

 

 

Buletin News.id

Indramayu  II Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indramayu mengambil langkah tegas dengan menertibkan sejumlah kios shelter terbengkalai di kawasan Karanganyar, Senin (20/04). Penertiban ini dilakukan setelah ditemukan penyimpangan fungsi kios yang semestinya menjadi pusat aktivitas ekonomi, namun justru berubah menjadi tempat penimbunan barang bekas dan rongsokan.

Kondisi tersebut dinilai telah mencederai wajah kawasan yang seharusnya menjadi ruang produktif masyarakat. Tumpukan barang tak terpakai, sudut-sudut gelap, serta minimnya aktivitas perdagangan menciptakan kesan kumuh sekaligus menurunkan daya tarik kawasan.

Langkah penertiban ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menata estetika kota sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal. Penataan ulang shelter diharapkan mampu mengembalikan fungsi awal sebagai ruang usaha yang layak, bersih, dan representatif bagi para pedagang.

Operasi penertiban dipimpin langsung jajaran Satpol PP Indramayu, di antaranya Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Eko Prawoto, didampingi Kasi Opsdal Ro’up, Kasi Kerjasama A.C. Harman, serta Kasubag LH Ade. Kehadiran para pejabat ini memastikan proses penertiban berjalan tertib dan kondusif.

Di sisi lain, perwakilan pedagang turut dilibatkan dalam proses tersebut. Ketua pedagang, Nurbaeti, hadir mendampingi jalannya kegiatan guna menjembatani aspirasi pelaku usaha di lapangan.

Eko Prawoto menjelaskan, penertiban dilakukan berdasarkan hasil pemantauan yang menunjukkan banyak kios dibiarkan kosong dalam waktu lama dan disalahgunakan oleh pihak tertentu. “Kami melakukan pembersihan karena kios-kios ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Justru dijadikan tempat penimbunan barang tidak terpakai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan “gudang rongsok terselubung” tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan hingga kerawanan sosial. Karena itu, penataan ulang menjadi langkah strategis untuk mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan.

kelihatan indah ketika penataan pedagang kaki lima di karanganyar

Respons positif datang dari para pedagang di sekitar lokasi. Nurbaeti mengungkapkan bahwa kondisi kumuh selama ini berdampak langsung terhadap penurunan jumlah pembeli.“Kami mendukung langkah ini. Kalau lingkungannya kotor dan tidak tertata, pembeli jadi enggan datang,” katanya.

Para pedagang berharap, setelah proses pembersihan, pemerintah segera melakukan penataan ulang serta pengisian kios oleh pelaku usaha aktif. Mereka optimistis, lingkungan yang bersih dan tertib akan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Penertiban ini menjadi potret sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membenahi ruang kota. Dari kawasan yang sempat terabaikan, Karanganyar kini diarahkan kembali menjadi simpul ekonomi yang lebih tertata, sehat, dan berdaya saing.

(Kosim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *