Semarak HUT Ke-81 RI, Warga Dusun Rawasari Gelar Tablig Akbar, Doa Bersama, dan Mancing Mania

Semarak HUT Ke-81 RI, Warga Dusun Rawasari Gelar Tablig Akbar, Doa Bersama, dan Mancing Mania

Buletin News.id

Ciamis ||  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, warga Dusun Rawasari, Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, menggelar kegiatan Tablig Akbar dan Doa Bersama.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut digelar di halaman Balai Dusun Rawasari, tepatnya di RT 03/RW 06, pada malam hari mulai pukul 19.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan, di antaranya Kepala Desa Mulyasari H. Didin beserta jajaran staf, Ketua BPD, Ketua MUI, Ketua Karang Taruna, serta tokoh masyarakat lainnya.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia, rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Nana, tokoh agama muda setempat. Tahlil tersebut ditujukan untuk mendoakan para pahlawan dan syuhada yang telah gugur dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Usai pembacaan tahlil, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ono Warno. Dalam doanya, beliau memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, kedamaian, serta keberkahan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan dengan cara mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mulyasari H. Didin menyampaikan pentingnya masyarakat mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang positif, inovatif, dan kreatif.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita lanjutkan dengan karya nyata, sehingga dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Dusun Rawasari dan Desa Mulyasari,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 dengan tema “Indonesia Maju, Adil, dan Sejahtera” menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, Ule Sulaeman, warga RT 03/RW 06 Dusun Rawasari, mengaku bangga dan mendukung kegiatan peringatan kemerdekaan yang dikemas dengan nuansa keagamaan tersebut.

“Acara seperti ini sangat bermakna karena seluruh warga dapat berkumpul, mempererat tali silaturahmi, mengenang jasa para pahlawan, sekaligus berdoa untuk masa depan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, doa bersama tidak hanya ditujukan bagi para pahlawan yang telah gugur, tetapi juga untuk para pemimpin bangsa mulai dari tingkat pusat hingga pemerintahan desa agar selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

“Kami berharap para pemimpin dapat menjalankan tugas pemerintahan dengan amanah, jujur, adil, dan bijaksana dalam mengambil setiap keputusan demi kebaikan bangsa dan negara,” harapnya.

Mancing Mania Meriahkan HUT RI

Selain kegiatan keagamaan, masyarakat juga memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan Mancing Mania yang digelar di Sungai Cipetungan, wilayah perbatasan Kecamatan Rajadesa dan Kecamatan Jatinagara, pada Sabtu (16/8/2026) siang hingga malam.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bri Link Motekar Jaya dan diikuti oleh warga dari berbagai daerah. Ketua panitia, Ma’mun, mengatakan kegiatan Mancing Mania digelar sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan hari kemerdekaan.

Panitia telah memasang batas area pemancingan dan menebarkan sebanyak 100 kilogram ikan yang terdiri dari ikan nila, ikan mas, dan ikan beli untuk para peserta.

“Karena banyak warga yang memiliki hobi memancing, kami memasukkan Mancing Mania sebagai salah satu kegiatan memeriahkan HUT RI. Ternyata antusias peserta sangat tinggi, tercatat sekitar 60 orang ikut serta dan kegiatan ini juga menjadi tontonan menarik bagi warga,” kata Ma’mun.

Ia menjelaskan, peserta tidak dibatasi usia maupun domisili. Namun, bagi peserta dari luar wilayah sekitar dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp20 ribu, sedangkan hasil tangkapan ikan sepenuhnya dibawa pulang oleh masing-masing peserta.

Salah seorang peserta, Ule Sulaeman dari Desa Mulyasari, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Mancing Mania bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, khususnya para pecinta olahraga memancing,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan di sungai dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, warga diharapkan semakin mencintai alam dan menjaga sungai dari pencemaran, karena sungai merupakan sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

(Tono)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *